Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buah, Warisan Orde Baru yang Tak Pantas Diterapkan!

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2491846 kapolres-nunukan-pukuli-anak-buah-warisan-orde-baru-yang-tak-pantas-diterapkan-5NcgAUOQCn.jpg Kapolres Nunukan pukul anggota/ ist

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyesalkan aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar kepada anak buahnya saat zoom meeting.

 (Baca juga: Kapolres Nunukan Dicopot Usai Pukul Anak Buahnya karena Zoom Meeting)

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, mengatakan, kelakuan yang dilakukan oleh Kapolres Nunukan adalah hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seluruh jajaran kepolisian saat ini, khususnya setelah terjadinya reformasi pada tahun 1998.

"Tindakan menendang dan memukul tersebut menunjukkan masih adanya praktik militeristik warisan Orde Baru yang tidak layak diterapkan di Kepolisian pasca Reformasi," kata Poengky saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

(Baca juga: Briptu A Lukai Mahasiswa Pakai Tongkat saat Demo, Propam Polda NTB Bertindak)

Poengky menegaskan, penggunaan kekerasan seharusnya tidak dipertontonkan oleh pimpinan kepada anggota. Jikalau pun bawahan bersalah, kata Poengky, masih ada cara bertindak yang lebih baik daripada mengedepankan tindakan kekeeasan.

"Jika betul anggota bersalah, masih ada cara pembinaan yang humanis yang dapat dilakukan pimpinan, antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik," ujar Poengky.

Meski begitu, Poengky menyatakan masih belum mengetahui secara detail apa penyebab dari terjadinya peristiwa kekerasan yang dilakukan Kapolres Nunukan tersebut.

"Saya belum mengetahui secara pasti duduk permasalahannya. Kemungkinan ada kesalahan yang dilakukan anggota. Meskipun demikian, penggunaan kekerasan seharusnya tidak dipertontonkan oleh pimpinan kepada anggota," ucap Poengky.

Diketahui, akibat peristiwa itu, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar langsung dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu tertuang surat perintah (sprint) bernomor 953 yang ditanda tangani Kapolda Kalimantan Utara Irjen Bambang Kristiyono, Senin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini