SKD CPNS Boul Curang, Menpan-RB: Tak Hanya Diskualifikasi, Peserta Juga Diproses Pidana

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 26 Oktober 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2491808 skd-cpns-boul-curang-menpan-rb-tak-hanya-diskualifikasi-peserta-juga-diproses-pidana-bkwdWUicRi.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo memastikan akan menindak tegas kecurangan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang terjadi di Pemkab Buol, Sulawesi Tengah.

Dia menegaskan bahwa peserta yang terlibat kecurangan tidak hanya didiskualifikasi, tapi juga diproses pidana.

“Saya sebagai Menpan-RB sangat setuju peserta CPNS didiskualifikasi dan proses pidana sampai tuntas,” katanya, Selasa (26/10/2021).

Ditanyakan apakah ada pegawai ASN yang terlibat dalam kecurangan tersebut, Tjahjo mengungkapkan masih dalam proses penelitian secara detail.

“Sedang penelitian detil oleh pansel (panitia seleksi),” ungkapnya.

Tjahjo mengatakan dari laporan yang diterimanya kecurangan SKD CPNS tersebut dilakukan menginstall software remote akses sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian.

Software ini dipasang/diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari. Hal ini diketahui dari bukti rekaman CCTV yang sempat dihapus, tapi bisa direcovery oleh tim BKN dan BSSN.

Baca juga: Kecurangan CPNS Buol: Peserta Tak Mau Pindah Tempat Duduk hingga Jawab Soal dengan Cepat

Dia mengatakan, kecurigaan adanya kecurangan pengawas di lokasi berawal dari terjadi blue screen pada salah satu PC peserta ujian. Di mana PC tersebut ternyata yang dipasang software remote akses.

“Kemudian peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC tersebut. Posisi duduk di komputer ini sudah diatur/diarahkan sebelumnya oleh Panitia Lokal. Terlihat hasil rekaman CCTV,” tuturnya.

Baca juga: Ini Prioritas Kerja Kementerian PANRB Periode 2019-2024

Selain itu, Tjahjo mengatakan sudah dilakukan audit trail terhadap peserta tes. Audit trail ini untuk melihat aktivitas peserta selama pelaksanaan ujian. Dari hasil audit trail terlihat menunjukkan peserta sangat cepat menyelesaikan soal. Baik saat menampilkan soal maupun menjawab soal sangatlah cepat.

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik). Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” paparnya.

Baca juga: Modus Kecurangan SKD CPNS, Soal Ujian Bisa Dikerjakan dari Luar

Tjahjo mengatakan bahwa peserta yg ada di komputer tersebut hanya menampilkan soal. Dimana yang menjawab adalah tim diluar lokasi.

“Itu sebabnya bisa dilakukan dengan sangat cepat, krn ada dugaan tidak dilakukan oleh satu orang tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian,” tuturnya.

“Dengan beberapa alat bukti, hasil cctv, hasil audit forensik dari sistem CAT dan interview dengan petugas di lapangan memperlihatkan kecurangan tersebut. Demikian kondisi ya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini