Kecurangan CPNS Buol: Peserta Tak Mau Pindah Tempat Duduk hingga Jawab Soal dengan Cepat

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 26 Oktober 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2491772 kecurangan-cpns-buol-peserta-tak-mau-pindah-tempat-duduk-hingga-jawab-soal-dengan-cepat-zjU93L5QXG.jpg Menpan-RB Tjahjo Kumolo (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo telah mendapatkan laporan terkait kecurangan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Pemkab Buol, Sulawesi Tengah.

Dari laporan tersebut diketahui potensi terjadi kecurangan terjadi pada pelaksanaan SKD CPNS yang digelar di Gedung BKPSDM Kabupaten Buol.

“Cara kerja kecurangannya dengan menginstal software remote akses sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian. Software ini dipasang/diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari. Hasil bukti rekaman CCTV dihapus, tapi bisa direcovery oleh tim BKN dan BSSN,” ungkap Tjahjo, Selasa (26/10/2021)

Dia mengatakan kecurigaan adanya kecurangan pengawas di lokasi berawal dari terjadi blue screen pada salah satu PC peserta ujian. Di mana, PC tersebut ternyata yang dipasang software remote akses.

“Kemudian peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC tersebut. Posisi duduk di komputer ini sudah diatur/diarahkan sebelumnya oleh panitia lokal. Terlihat hasil rekaman CCTV,” tuturnya.

Baca juga: Edan! Modus Kecurangan SKD CPNS, Oknum Rusak Sistem SSCASN Pakai Cara Ini

Selain itu, Tjahjo mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan audit trail terhadap peserta tes. Audit trail ini untuk melihat aktivitas peserta selama pelaksanaan ujian.

Dari situ, lanjut dia, terlihat peserta sangat cepat dalam menyelesaikan soal, baik saat menampilkan soal maupun menjawab soal sangat cepat dengan rata-rata 8 detik per satu soal.

Baca juga: Sol Sepatu Lepas, Peserta Tes CPNS Ikat Pakai Tali Rafia

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik)," ujarnya.

"Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” imbuhnya.

Tjahjo mengatakan bahwa peserta yang ada di komputer tersebut hanya menampilkan soal. Selanjutnya yang menjawab adalah tim di luar lokasi.

“Itu sebabnya bisa dilakukan dengan sangat cepat, karena ada dugaan tidak dilakukan oleh satu orang tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian,” tuturnya.

Menurut dia, beberapa alat bukti, hasil CCTV, hasil audit forensik dari sistem CAT dan interview dengan petugas di lapangan memperlihatkan kecurangan tersebut. "Demikian kondisi ya,” simpulnya.

Baca juga: Heboh Peserta SKD CPNS 2021 Ujian Rasa Squid Game, Cek 3 Faktanya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini