Mahfud MD Sebut Kaum Santri Kini Duduki Posisi Strategis

Riezky Maulana, iNews · Minggu 24 Oktober 2021 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 337 2490816 mahfud-md-sebut-kaum-santri-kini-duduki-posisi-strategis-Eb9OARVaqv.jpg Menko Polhukam Mahfud MD/ ist

JAKARTA - Dalam beberapa dekade terakhir, mobilitas kaum santri di Indonesia berjalan cepat dan positif. Bahkan, beberapa posisi yang sampai tahun 1970-an sulit diduduki oleh lulusan pesantren, kini sudah banyak yang bisa diduduki oleh kaum santri.

(Baca juga: Refleksi Hari Santri di Unair, Mahfud MD: Mobilitas Vertikal Naik, Kaum Santri Sangat Maju)

Demikian diutarakan Menko Polhukam Mahfud MD saat acara Silaturahmi dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu, 23 Minggu 2021.

(Baca juga: Mahfud MD Tegaskan Jadwal Pemilu Harus Sesuai UU)

“Lihat sekarang ini, orang yang lulusan pesantren seperti Prof. Mohammad Nasih bisa jadi Rektor Unair. Lihat juga wakil rektor dan guru besar yang ada di sini, banyak yang berlatar belakang santri," ujar Mahfud.

Lebih jauh dikatakan, bila kata santri tak hanya dikaitkan dengan orang yang hanya lulus pondok pesantren, tetapi dinisbahkan kepada orang-orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran agamanya, maka mobilitas vertikal itu menjadi tampak lebih besar.

“Di kabinet sekarang saja, banyak menteri dan pejabat setingkat Menteri yang taat beribadah tanpa ragu atau malu untuk melaksanakannya," tuturnya.

Dia memaparkan, sejak awal tahun 1970-an, santri-santri sudah merangsek ke berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, saat ini banyak yang menjadi profesor, perwira tinggi TNI dan Polri, dokter, insinyur, ahli hukum, politisi, hingga birokrat.

"Di Indonesia yang merdeka berdasarkan Pancasila, kaum santri harus terus berprestasi membangun bangsa dengan penuh persaudaraan dan toleransi sesuai dengan ideologi Pancasila," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini