Puluhan Kapal Perang TNI AL Siaga Tempur di Kepulauan Riau, Ada Apa?

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 24 Oktober 2021 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 337 2490799 puluhan-kapal-perang-tni-al-siaga-tempur-di-kepuluan-riau-ada-apa-Nxtxqxgas4.jpg Puluhan KRI berada di Kepulauan Riau/ Dispenal

JAKARTA- Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNi Yudo Margono, melepas unsur-unsur kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI AL yang memasuki tahap Gerakan Menuju Sasaran satu (GMS I).

(Baca juga: Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi TNI AL)

Dalam rangka menuju daerah pendaratan harus melewati rintangan dari serangan musuh di tengah laut berupa serangan dari bawah air, permukaan dan udara, demikian salah satu skenario Latopsfib TNI AL di Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Manuver dalam GMS I ini sejumlah KRI melaksanakan kegiatan antara lain, anti submarines warfare exercise, air deffense excersice dengan sasaran simulasi formasi pesud TNI AL Bonanza, anti air rapid open fire exercise dengan simulasi serangan udara musuh, dan anti surface warfare exercise.

(Baca juga: Kapal Perang TNI AL Angkut Bantuan Medis Covid-19 dari Singapura)

Kegiatan serial latihan ini disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Para Pejabat Utama Mabesal dan Para Pangkotama TNI AL serta rencananya para anggota DPR RI dari Komisi I akan on board di Kapal Markas KRI Makassar-590.

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, bahwa TNI AL menganut Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dimana hal ini sarat terhadap teknologi (Heavy of Technology) baik teknologi kapal perang, pesawat udara, kendaran tempur Marinir.

“Konsekuansinya SDM TNI AL harus mumpuni. Setiap alutsista atau persenjataan harus selalu diupgrade sesuai dengan teknologi terkini,” ujar Kasal, Minggu (24/10/2021).

“Menciptakan kemampuan TNI AL yang Tangguh, profesional dan modern, peran SDM merupakan kunci utama, mengingat filosofi TNI AL bukan manusia yg dipersenjatai, tetapi senjata yang diawaki, untuk itu manusianya (SDM) harus adjustable cepat menyesuaikan dengan persenjataan yang sarat teknologi,”sambungnya.

Dia juga menuntut semua Personel TNI AL memiliki kemampuan dalam bidan teknologi sebagai pengawak alutsista berteknologi sesuai bidangnya masing-masing.

Dalam serial latihan ini, menunjukkan profesionalisme para prajurit TNI AL dalam mengoperasikan alutsista, sehingga prajutit TNI AL mampu sebagai pengawak kekuatan teknologi, kemampuan ini sekaligus menunjukan kekuatan TNI AL.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini