Penagih Utang dan Penebar Teror dari Pinjol Ilegal Dilarang Bersosialisasi oleh Bosnya

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 23 Oktober 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 337 2490566 penagih-utang-dan-penebar-teror-dari-pinjol-ilegal-dilarang-bersosialisasi-oleh-bosnya-IRGApOmSB1.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Operator Desk Collection atau penyebar SMS bernada teror jaringan penyelenggara pinjaman online (pinjol) diduga dilarang untuk melakukan sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Kombes Andri mengungkapkan, diduga para penyebar teror SMS tersebut telah menerima doktrin dari atasannya agar tidak melakukan interaksi kepada masyarakat luas.

"Dia tertutup, orang di (apartemen) situ tidak ada yang tahu. Ya mungkin doktrinnya begitu (tidak bersosialisasi)," kata Andri kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (23/10/2021).

Dugaan doktrin itu diperkuat, kata Andri, lantaran saat penyidik melakukan penggeledahan di apartemen salah satu tersangka, kondisinya sangat berantakan dengan dipenuhi berbagai macam barang. Hal itu, menurut Andri, karena aktivitas sehari-hari para pelaku hanya menghabiskan waktu di dalam apartemen.

"Kamarnya itu kayak kapal pecah. Itu kan dalam 1 unit ada 2 kamar. Berantakan dalam artian, ya kalau saya sih membayangkan mereka ngapain aja di situ. Karena mereka tidak keluar dari kamar itu. Kita bisa lihat puntung rokok, ada kasur berserakan selimutnya, obat-obat kuat, karena di situ dia tertutup," ujar Andri.

Sementara itu, Andri menjelaskan, para tersangka Desk Collection ini sudah menggunakan sistem untuk melancarkan aksinya. Dalam sehari mereka bisa menyebar SMS dalam bentuk promosi ataupun penagihan sebanyak 100-150 ribu.

"Tapi karena dia pakai sistem, dia sudah nampung di situ, dia hanya rubah dikit-dikit, kirim. Kerjanya itu saja, nambah pulsa, ganti kartu, nambahin karakter, kirim. Makanya sehari dia bisa kirim 100 ribu sampai 150 ribu WA atau SMS," ucap Andri.

Dit Tipideksus Bareskrim Polri diketahui menangkap tujuh orang tersangka yang bertugas sebagai Desk Collection jaringan pinjaman online ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini