Catatan Sejarah Gempa Kuat dan Merusak yang Pernah Guncang Jateng

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 23 Oktober 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 337 2490513 catatan-sejarah-gempa-kuat-dan-merusak-yang-pernah-guncang-jateng-V7bn9moUWv.jpg Ilustrasi gempa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono membeberkan sejumlah data terkait gempa kuat dan merusak yang pernah terjadi di Jawa Tengah. Berdasarkan catatan sejarah, gempa kuat dan merusak di Jawa Tengah sudah terjadi sejak 1849. 

"Dalam catatan sejarah gempa kuat dan merusak, wilayah Salatiga, Banyubiru, dan Ambarawa pernah megalami beberapa kali gempa signifikan," kata Daryono melalui pesan singkatnya, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M3,0 Kembali Guncang Salatiga

Berikut catatan gempa kuat dan merusak yang pernah terjadi di daerah Jawa Tengah :

1. Gempa Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 24 September 1849;

2. Gempa Banyubiru, Ambarawa, dan Ungaran pada 17 Juli 1865 di mana gempa ini menyebabkan rumah tembok retak;

3. Gempa Semarang, Ungaran, dan Ambarawa terjadi pada 22 Oktober 1865. Pada keesokan harinya, 23 Oktober 1865 guncangan gempa kembali terjadi diikuti gemuruh;

4. Gempa Ungaran dan Ambarawa pada 22 April 1866, di mana gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan rumah tembok;

5. Gempa Salatiga, Ambarawa dan Ungaran terjadi pada 10 Oktober 1872, di mana guncangan gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan rumah tembok;

6. Gempa merusak terakhir adalah peristiwa Gempa Sumogawe, Getasan magnitudo M 2,7 pada 17 Februari 2014. Di mana, gempa ini merusak beberapa rumah diikuti suara dentuman keras.

Diketahui sebelumnya, sejumlah daerah di Jawa Tengah, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 3,0 pada Sabtu (23/10/2021), dini hari. Gempa tersebut kemudian diikuti tujuh gempa susulan lainnya berkekuatan di bawah 3,0 magnitudo. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

Baca Juga:  Gempa Bumi M3,0 Guncang Kota Salatiga, Terasa hingga Ambarawa

Daryono mengingatkan, sejumlah daerah di Jawa Tengah, khususnya Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa, berada di dekat sumber gempa sesar aktif Merapi Merbabu dan Rawa Pening. Oleh karenanya, ia meminta agar warga yang berada daerah tersebut selalu waspada terhadap ancaman gempa.

"Mengingat wilayah Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa berdekatan dengan sumber gempa sesar aktif, yaitu Sesar Merapi Merbabu dan Sesar Rawa Pening, maka perlu untuk dilakukan edukasi mitigasi gempabumi seperti pentingnya membangun bangunan tahan gempa atau ramah gempa, memahami cara selamat saat terjadi gempa, karena gempa kuat dapat terjadi kapan saja dari sumber gempa sesar aktif terdekat tersebut," bebernya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini