Hari Santri Nasional 2021, Menag Yaqut: Jangan Terjebak Identitas Santri Hanya Pantas Pakai Sarung!

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 22 Oktober 2021 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490404 hari-santri-nasional-2021-menag-yaqut-jangan-terjebak-identitas-santri-hanya-pantas-pakai-sarung-ZWfnVt0A1J.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh santri di Indonesia tidak terjebak identitas saat ini yang biasanya terkenal menggunakan sarung. Dia meminta agar para santri juga pantas menggunakan baju formal lainnya. 

"Saya tidak ingin santri-santri ke depan itu hanya terjebak pada identitas jadi santri itu harus pakai dandanan seperti bapak-bapak sekarang (sarung), tidak. Ke depan saya ingin santri-santri itu bukan hanya pantas memakai sarung tetapi dia juga pantas memakai celana panjang, jas dan kopiah," kata Menag Yaqut dalam Santriversary, Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2021 yang disiarkan secara daring, Jumat (22/10/2021). 

Menag menambahkan, pada setiap kesempatan ia selalu mengatakan bahwa santri berjuang memerdekakan Indonesia yakni turut mengusir tentara NICA. Sehingga, para santri saat ini harus bertanggung jawab mempertahankan negara Indonesia.

"Kalian yang memerdekakan sekalian yang bertanggung jawab terhadap diri ini, jika negeri ini jatuh di tangan tangan yang tidak benar, jatuh di tangan-tangan yang tidak memiliki jejak sejarah yang memerdekakan negeri ini, yang paling berdosa besar adalah kalian kaum santri," ucapnya.

Baca juga: Peringatan Maulid Nabi, Menag: Rasulullah Penuh Kasih Sayang & Merangkul yang Berbeda

Usai perayaan hari santri, Menag mengingatkan kembali agar santri  bertanggung jawab. Karena di era globalisasi ini tantangan santri menjadi jauh lebih besar dan lebih berat dibanding ketika para kyai-kyai dan para santri terdahulu merebut kemerdekaan.

"Ini para santri santri terdahulu mempertahankan negara ini, tantangan kalian jauh lebih berat,"sambungnya.

Satu-satunya cara adalah, para santri menempa dirinya dengan tidak boleh berpasrah diri dan cepat merasa puas. Santri dituntut untuk terus belajar meningkatkan kapasitas dan jangan hanya menjadi sekrup-sekrup industri.

"Santri harus bisa menciptakan industri-industri yang diisi sekrup sekrup lain, yang bukan santri. Ini tantangan santri, buktikan itu, jika tidak mampu membuktikan, malu kalian sebagai santri. Malu kalian pakai sarung, jas, kopiah dan rapi seperti ini," imbuhnya. 

"Santri adalah masa depan negeri ini, masa depan Indonesia. Buktikan! Buktikan! Santri bisa memerdekakan maka santri bisa mempertanggungjawabkan, kasih kesempatan santri biarkan santri membuktikan," tutup Menag Yaqut. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini