MUI Minta Masyarakat Ikut Berantas Pinjol Ilegal

MNC Portal, · Jum'at 22 Oktober 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490297 mui-minta-masyarakat-ikut-berantas-pinjol-ilegal-c2N8EpDZ27.jpg Polisi tangkap karyawan pinjol ilegal/ Okezone

JAKARTA –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal yang banyak merugikan masyarakat.

(Baca juga: Mahfud MD: Ada Laporan Orang Meninggal karena Pinjol, Keluarganya Diteror Suruh Bayar)

Kapolri menegaskan, instruksi ini langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan pinjol yang meresahkan.

Senada dengan Kapolri, Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Setiawan Budi Utomo mengatakan, pinjol menjadi salah satu masalah yang meresahkan.

(Baca juga: Polda Metro Bongkar Pinjol Ilegal, 13 Orang Ditangkap)

“Bahkan, Presiden Joko Widodo sampai memberi instruksi khusus untuk memberantas pinjol ilegal,”ujarnya, dalam webinar yang diselenggarakan MUI dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informatika dan Komunikasi RI.

Oleh karena itu kata dia, Lembaga keuangan Syariah diperlukan untuk memberantas pinjol dan meningkatkan akses masyarakat pada lembaga keuangan. Lembaga keuangan Syariah juga bisa dipakai untuk menyediakan modal dalam usaha bangkit dari pandemi.

Dia menambahkan, potensi lembaga keuangan Syariah Indonesia amat besar. Dengan lebih dari 200 juta muslim, lembaga keuangan Syariah seharusnya bisa lebih berkembang di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal MUI KH Salahuddin Al Ayub mengatakan, umat Islam punya modal amat besar untuk bangkit dari dampak pandemi. Modal itu adalah potensi ziswaf yang bernilai ratusan triliunan rupiah per tahun. “Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya,” kata dia.

Badan Wakaf Indonesia dan BAZNAS memperkirakan, setiap tahun baru terkumpul ZISWAF rata-rata Rp 80 triliun. Padahal, potensi ZIS saja Rp 233 triliun. Sementara potensi wakaf paling sedikit Rp 180 triliun per tahun.

Potensi ZISWAF bisa jadi lebih besar karena sangat tersebar. Sejumlah penelitian oleh berbagai lembaga internasional menunjukkan masyarakat Indonesia paling dermawan. Kedermawanan itu perlu dikelola dengan baik antara lain untuk menjadi modal dalam upaya bangkit dari dampak pandemi.

“MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk memanfaatkan ZISWAF dalam penanggulangan pandemi. MUI antara lain berfatwa bahwa dana yang terkumpul dari ZISWAF bisa dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi,” bebernya.

Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI KH Abdul Muis Sobri menambahkan, bangkit dari dampak pandemi juga bisa memanfaatkan internet. Indonesia salah satu negara dengan pengguna internet terbesar. “Tinggal pilih, mau jadi penonton atau penghasil manfaat melalui internet,” kata dia.

Ada banyak pelajaran gratis tentang cara memanfaatkan internet untuk pemberdayaan diri dan masyarakat. Sudah banyak contoh orang yang mendapatkan manfaat ekonomi dari internet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini