Profil Singkat Nabiel Makarim, Menteri Lingkungan Hidup Era Megawati

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 22 Oktober 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490270 profil-singkat-nabiel-makarim-menteri-negara-lingkungan-hidup-era-megawati-fsDDbRVC0D.jpg Nabiel Makarim (Foto : Wikipedia)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup era kepemimpinan presiden Megawati Soekarnoputri, Nabiel Makarim, meninggal dunia pada Jumat (22/10/2021), siang tadi di kediamannya. Kabar duka itu dibenarkan Nunu Anugrah, Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Diolah dari berbagai sumber, Nabiel lahir di Solo, 9 November 1945. Ia menghabiskan masa sekolahnya, dari jenjang SD hingga SMA di kota Solo. Baru kemudian, hijrah ke Bandung guna melanjutkan studi untuk gelar sarjananya di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Nabiel memang terkenal sebagai mahasiswa cemerlang. Terbukti, saat masih mengenyam pendidikan di Bandung, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Australia. Setelahnya, Nabiel juga diketahui melanjutkan pendidikan ke Harvard University, Amerika Serikat.

Dirinya sudah aktif mengabdi di pemerintahan sejak 1990an. Ketika itu, Nabiel menduduki posisi sebagai Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan atau BAPEDAL. Ia juga dipercaya sebagai Asisten Menteri Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Sementara itu, dirinya didapuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2001 sampai 2004.

Baca Juga : Berita Duka! Menteri Lingkungan Hidup Era Megawati, Nabiel Makarim Meninggal

Di bidang akademik, ia mengabdi dengan menjadi tenaga pendidik di program magister Universitas Indonesia. Bidang konsentrasi yang ia ampu adalah Ekonomi Lingkungan. Dalam perihal negosiasi dengan negara lain, Nabiel tercatat memiliki peran besar dalam negosiasi internasional dalam bidang pelestarian lingkungan hidup.

Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan banyak karya tulis yang diterbitkan oleh beberapa instansi seperti Lemhanas, Sekretariat Negara, UNEP (United Nations Environment Programme) dan ADB (Asian Development Bank). Tulisannya yang lain juga sudah banyak dimuat di media massa tanah air.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini