Presiden Jokowi Teken PP Lelang Benda Sitaan KPK

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490195 presiden-jokowi-teken-pp-lelang-benda-sitaan-kpk-rhgXbzK9qa.jpg Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 105 tahun 2021 tentang lelang benda sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peraturan ditetapkan pada tanggal 12 Oktober 2021 lalu ditandatangani oleh Presiden Jokowi yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

"Menetapkan peraturan pemerintah tentang lelang benda sitaan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," dikutip dari salinan yang diterima MNC Portal, Jumat (22/10/2021).

Dalam peraturan tersebut, pada Pasal 2 ruang lingkup pengaturan lelang benda sitaan meliputi permintaan persetujuan atau izin, penetapan nilai limit, persiapan lelang, pelaksanaan lelang dan penatausahaan hasil lelang.

Baca juga:  Jokowi : Orientasi Santri Bukan Lagi Cari Kerja, tapi Ciptakan Kesempatan Kerja

Pada pasal 3, lelang benda sitaan dapat dilakukan dalam tahap penyidikan, penuntutan, atau perkara telah dilimpahkan ke pengadilan. Pada pasal 4, benda sitaan yang dapat dilelang harus memenuhi kriteria antara lain, lekas rusak, membahayakan atau biaya penyimpananya akan menjadi terlalu tinggi.

"Dalam hal benda sitaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (lekas rusak) merupakan benda yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan/diperjualbelikan berdasarkan peraturan perundang-undangan dikecualikan untuk dilelang," kata peraturan tersebut.

Baca juga:  Presiden Jokowi : Selamat Hari Santri, Selamat Berkontribusi untuk Kemajuan Negeri

Mengenai permintaan persetujuan atau izin pada Pasal 5, Lelang Benda Sitaan pada tahap penyidikan atau penuntutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 sejauh mungkin dilakukan dengan persetujuan tersangka atau kuasanya.

Persetujuan tersangka atau kuasanya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diupayakan oleh penyidik atau Penuntut Umum dengan menyampaikan permintaan persetujuan secara tertulis kepada tersangka atau kuasanya melalui media elektronik atau nonelektronik.

"Berdasarkan permintaan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tersangka atau kuasanya memberikan tanggapan paling lama 3 Hari sejak diterima permintaan persetujuan," kata peraturan tersebut.

Mengenai penetapan nilai limit pada Pasal 8, Benda Sitaan yang akan dilelang harus ditetapkan Nilai Limit oleh Penjual. Nilai Limit sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditetapkan berdasarkan hasil Penilaian.

"Hasil Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyajikan nilai pasar dan nilai likuidasi. Nilai Limit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan paling rendah sama dengan nilai likuidasi," kata peraturan tersebut.

Mengenai tanggung jawab penjual dan pejabat lelang pada Pasal 19, Penjual bertanggung jawab atas Benda Sitaan yang dilelang. Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi keabsahan dokumen persyaratan Lelang Benda Sitaan; kebenaran formil dan materiil Nilai Limit; keabsahan pengumuman Lelang Benda Sitaan; penyerahan Benda Sitaan; dan penyerahan dokumen kepemilikan.

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Benda Sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah mendapatkan penetapan jadwal pelaksanaan Lelang oleh kepala Kantor Lelang Negara sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini tetap diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Lelang.

"Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," dikutip dari peraturan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini