BNPB: Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490107 bnpb-gempa-malang-sebabkan-kerusakan-bangunan-di-kabupaten-blitar-pKJiL2fDVQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,3 yang berpusat di 8,84 LS dan 112,51 BT atau 78 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Kabupaten Blitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melaporkan bahwa guncangan gempa tersebut memang sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik d Kabupaten Blitar.

Laporan visual dari BPBD Kabupaten Blitar, atap bagian teras gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan dan terjatuh hingga ke tanah.

Kerusakan bangunan lainnya menurut asesmen sementara meliputi, 1 gedung kantor Desa Sarang dilaporkan rusak ringan, 1 unit rumah rusak ringan, 1 gedung balai kesenian Desa Sidorejo rusak ringan dan 1 gedung kantor Kecamatan Binangun rusak ringan.

“Hingga saat ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Gempa M5,3 Malang, Mushola hingga Kantor Pemerintahan di Blitar Rusak

BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Baca juga: BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Malang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyebut bahwa gempa bumi M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek. Hingga hari Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

Baca juga: Gempa Guncang Malang, Getarannya Terasa di Sejumlah Wilayah Jatim

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini