Tak Hanya Digaji, Penyebar SMS Teror Pinjol Ilegal Juga Dapat Apartemen

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 22 Oktober 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 337 2490003 tak-hanya-digaji-penyebar-sms-teror-pinjol-ilegal-juga-dapat-apartemen-LEtbnn2o7s.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Operator Desk Collection jaringan penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal, mendapatkan apartemen dan gaji bulanan yang cukup besar, dalam menjalankan tugasnya sebagai penyebar SMS teror kepada peminjam.

Salah satu tersangka AY mengaku bahwa, ketika bekerja di jaringan penyebar SMS penagihan dan promosi pinjol ilegal tersebut mendapatkan fasilitasi dari si Bos berupa apartemen dan uang sangu per bulan Rp5 juta.

Baca Juga:  Satu Bulan Pinjam Rp5 Juta, Nasabah Pinjol Ilegal Harus Bayar Rp80 Juta

AY mendapatkan jatah di Apartemen Laguna Tower, Pluit Penjaringan, Jakarta Utara. Di tempat itupula, AY melancarkan SMS Blasting bernada teror atau ancaman ke Borrower.

"Benar, satu unit apartemen sendiri. Satu orang satu, dari situ kerja. Saya di Apartemen Laguna," kata AY diwawancarai MNC Portal Indonesia, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Dalam masalah fasilitas dan gaji, para operator penyebar SMS tersebut berbeda-beda. Apabila, mereka mendapatkan fasilitas apartemen atau tempat hunian, maka gaji bulanan yang diterima kisaran Rp5 jutaan per-bulan.

Namun, apabila para operator yang tidak menggunakan fasilitas tempat tinggal, maka uang bulanan akan lebih banyak masuk ke kantong pribadinya. Dimulai dari Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Sebab itu, dalam wawancara secara langsung terhadap dua tersangka antara AY dan HH terdapat perbandingan gaji yang berbeda jauh. Dalam hal ini, HH mendapatkan gaji Rp15 juta sebulannya. Karena, ia tak mengambil fasilitas apartemen atau rumah. HH bekerja di rumahnya sendiri.

"(Gaji) Rp15 juta sebulan," ujar HH di kesempatan yang sama.

Namun, keduanya kompak dalam hal alasan untuk akhirnya nyaman bekerja sebagai Debt Collector di dunia maya tersebut. Mereka beralasan karena memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga:  6 Tersangka Pinjol Ilegal Ditahan, Perannya Teror Warga hingga Kirim Video Porno

AY yang sebelumnya bekerja di rumah makam dan HH seorang wiraswasta tergiur karena, gaji sebagai penyebar SMS jauh lebih besar dibandingkan tempat sebelumnya.

Diketahui, total ada tujuh tersangka yang ditangkap oleh Bareskrim Polri terkait dengan jaringan penyebar teror SMS pinjol ilegal tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini