Desk Collection Pinjol Ilegal Sehari Bisa Kirim Teror dan Promosi ke 150 Ribu Orang

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 337 2489813 desk-collection-pinjol-ilegal-sehari-bisa-kirim-teror-dan-promosi-ke-150-ribu-orang-3WPXUHKkW6.jpg Illustrasi Pinjol (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Desk Collection atau Debt Collector virtual jaringan penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal, bisa melakukan SMS Blasting berupa teror ataupun promosi ke 150 ribu orang dalam satu hari.

Hal tersebut disampaikan oleh AY (29) salah satu tersangka jaringan Desk Collection pinjol ilegal saat ditemui dalam wawancara langsung bersama MNC Portal Indonesia (MPI) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

"100 ribu sampai 150 ribu nomor. Berupa SMS. Campur promosi sama SMS (penagihan)," kata AY dalam pernyataannya.

Baca juga:  Dalam Sepekan, Polri Sudah Tangkap 45 Tersangka Terkait Kasus Pinjol Ilegal

AY mengaku mendapatkan gaji sebesar Rp5 juta per bulan. Ia menyebut, baru tiga bulan menjalani kerjanya sebagai operator pada Debt Collector versi dunia maya tersebut.

Sebagai lulusan SMP, Ia mengklaim bahwa, mau terlibat ke dalam jaringan pinjol ilegal tersebut lantaran untuk memenuhi kebutuhan perekonomiannya. AY mengklaim tak memiliki motif lain selain ekonomi.

"Iya hanya untuk kebutuhan ekonomi," ujar AY.

Baca juga:  Satu Bulan Pinjam Rp5 Juta, Nasabah Pinjol Ilegal Harus Bayar Rp80 Juta

AY menceritakan awal mula, dirinya bisa tercemplung ke dalam jaringan pinjol ilegal. Ia mengaku awalnya tak mengetahui bahwa dirinya akan menjadi bagian dari pinjol ilegal.

Tawaran pekerjaaan tersebut ditawari oleh temannya. Sejurus, akhirnya AY mengakui bahwa mengetahui bekerja sebagai penyebar teror dari pinjol ilegal. Menurutnya, kerja sebagai penyebar SMS lebih menggiurkan gajinya dibandingkan tempat kerja sebelumnya di rumah makan.

"Di bulan pertama setelah kerja, saya baru 3 bulan. Sudah sadar sebelum ditangkap. Cuman kan namanya butuh duit," ucap AY.

Dalam menyebar SMS teror ataupun promosi, AY disediakan alat untuk SMS Blasting dan sejumlah sim card yang telah teregister. Namun, ia menyebut, barang-barang itu didapatkan dari bos-nya, tanpa menyebutkan nama.

Untuk menyebar 150 ribu SMS, AY tak butuh waktu lama. Ia mengklaim hanya bekerja di pagi hari saja, dan tak perlu ke kantor. Hanya dari tempat tinggalnya saja cukup.

AY berdalih hanya menjalankan instruksi dari bos-nya. Ia mengatakan ketika dapat perintah untuk menyebarkan SMS, hal itu langsung dilakukan melalui alat SIM Box.

Namun, AY mengungkapkan bahwa, dia dan operator lainnya tidak pernah tatap muka secara langsung. Begitupula dengan si bos yang memberinya instruksi. Selama ini, mereka berkomunikasi hanya melalui By Phone.

"By Phone. Paling kasi tahu ganti kartu. Sudah begitu saja," kata AY.

AY merupakan tersangka jaringan pinjol yang ditangkap oleh Dit Tipideksus Bareskrim Polri. Ia diciduk di Apartemen Laguna Tower B Lt. 28 No. 32 Pluit Penjaringan Jakarta Utara. Total ada tujuh tersangka yang ditangkap oleh Bareskrim Polri terkait dengan jaringan penyebar teror SMS pinjol ilegal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini