Telegram Kapolri soal Pencegahan Kekerasan Efektif Tindak Tegas Polisi Arogan

MNC Portal, · Kamis 21 Oktober 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 337 2489762 telegram-kapolri-soal-pencegahan-kekerasan-efektif-tindak-tegas-polisi-arogan-QfAaC36stK.jpg Kapolri Jenderal Listyo (Foto: ist)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu menerbitkan surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 per tanggal (18/10/2021), tentang mitigasi dan pencegahan kasus kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh anggota Polri tidak kembali terulang.

(Baca juga: Imbas Polisi Smackdown, Kapolri Terbitkan Telegram Pencegahan Kekerasan Berlebihan)

Alasan diterbitkannya telegram pencegahan ini berawal dari adanya kasus Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan yang dianggap tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan. Selanjutnya adalah, peristiwa bantingan yang dilakukan oleh anggota Polresta Tangerang terhadap Mahasiswa saat unjuk rasa. Ketiga, kasus Satlantas Polres Deli Serdang, Sumut yang melakukan penganiayaan terhadap pengendara sepeda motor.

(Baca juga: Buntut Polisi 'Smackdown', Mahasiswa Kepung Polresta Tangerang Desak Kapolres Dicopot!)

Telegram tersebut ditandatangani oleh Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo atas nama Kapolri, bertujuan untuk adanya kepastian hukum serta rasa keadilan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan adanya penerbitan surat telegram tersebut. "Benar (adanya TR)," kata Argo saat dikonfirmasi, Jakarta.

Dengan adanya beberapa rangkaian peristiwa yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang telah disebutkan diatas, Kapolri memerintahkan kepada seluruh Kasatwil atau Kapolda untuk mengambil langkah-langkah. Diantaranya adalah, agar mengambil alih kasus kekerasan berlebihan yang terjadi serta memastikan penanganannya dilaksanakan secara prosedural, transparan dan berkeadilan.

Koordinator pusat BEM Nusantara, Eko Pratama, memberi apresiasi positif pada Kapolri saat ini yaitu Jenderal Listyo Sigit. Dia menerangka,,n jika upaya Kapolri mengeluarkan TR tersebut telah menunjukkan komitmen ingin membentuk citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Korpus BEM Nusantara itu menyatakan jika tindakan itu sangat tepat dilakukan

“Kami memuji tindakan serius dari pak Kapolri, Sigit Prabowo. Kapolri tentu menginginkan citra polisi yang humanis. Sehingga tidak terpuji seperti yang dilakukan salah satu oknum anggotanya memang tepat segera diberi ganjaran sesuai,” kata Eko.

Eko juga menerangkan bahwa pihaknya sepakat atas langkah preventif Kapolri itu. Sebab TR juga merupakan respons yang baik dari Kapolri terkait kondisi jajarannya. Menurutnya, Polri saat ini lebih baik lantaran sudah mampu mendengar kritik, menyerap aspirasi atas pelanggaran yang terjadi di internal.

“Kami sepakat bahwa TR Kapolri itu adalah sebuah respons yang bagus, daripada tidak direspons sama sekali. Apalagi jika mengenang internal polisi zaman dulu-dulu yang cenderung ada sifat membela diri dan apologi. Saya kiri respon ini sangat baik, meski kejadi represif ini tentu bukan yang pertama kali terjadi,” tutur Eko.

Dengan keberadaaan TR tersebut, Eko mengharap akan ada efek jera kedepannya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Kejadian serupa semoga tidak terjadi lagi di internal Polri. TR dari Kapolri itu sudah cukup kuat untuk meredam anggota lain melakukan praktik serupa,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini