Share

Umrah Segera Dibuka Kembali, Satgas Pantau Pemberangkatan hingga Kepulangan Jamaah

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 337 2489529 umrah-segera-dibuka-kembali-satgas-pantau-pemberangkatan-hingga-kepulangan-jamaah-15kehYAfNs.jfif Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Satgas Covid-19)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan memantau pemberangkatan hingga kepulangan jamaah Indonesia yang akan menjalani ibadah umrah di Tanah Suci. Hal itu ditujukan untuk meminimalkan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Jadi satgas tentunya akan membantu setiap aktivitas penunjang untuk karantina, membantu proses keberangkatan dan kepulangan dari jamaah. Satgas akan melakukan pelacakan kontak dan penanganan kesehatan jika dibutuhkan," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam webinar yang diselenggarakan FMB 9, Kamis (22/10/2021).

Kerajaan Arab Saudi memberi "lampu hijau" dibukanya kembali pintu kedatangan bagi jamaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. Hal ini disampaikan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta kepada pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan lebih detail terkait dimulainya pemberangkatan jamaah asal Indonesia. Pemerintah Indonesia dan Saudi masih membicarakan hal itu lebih lanjut.

Wiku mengatakan, pada prinsipnya jamaah Indonesia yang akan berangkat umrah harus mempersiapkan diri utamanya soal kesehatan. Jamaah wajib menerapkan protokol kesehatan baik sebelum berangkat, di perjalanan, setelah tiba di Saudi, hingga kepulangan. Dengan kepatuhan itu, dapat meminimalkan penularan Covid-19.

Baca Juga : Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diakui tapi Tak Dipakai Arab Saudi

"Menjalankan prokes secara disiplin dan konsisten saat sebelum pemberangkatan, saat di perjalanan, saat ibadah, dan sampai ibadah meminimalkan ruang penularan," katanya.

Berikut kesepakatan yang dirumuskan antara Ditjen PHU Kemenag dengan Asosiasi PPIU terkait rencana umrah:

1. Untuk pemberangkatan gelombang awal ibadah umrah, dilaksanakan dengan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksinasi dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi;

2. PPIU yang berencana memberangkatkan, segera menyerahkan data jemaah umrah kepada Ditjen PHU;

3. Untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah umrah dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede atau Bekasi;

4. Skema keberangkatan:

a. Jamaah umrah melakukan screening kesehatan 1x24 jam sebelum berangkat;

b. Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi covid-19, meningitis, dan pemeriksaan swab PCR;

c. Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah;

d. Pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan;

e. Boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV dilaksanakan di Asrama Haji.

5. Skema kepulangan:

a. Melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan kepulangan

b. Saat kedatangan di Indonesia, jamaah dilakukan PCR (entry test);

c. Pelaksanaan karantina dilaksanakan di asrama haji selama 5x24 jam;

d. Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jamaah umrah saat kepulangan;

e. Saat hari ke-4 jemaah dilakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jamaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini