Biaya Umrah Diperkirakan Bakal Naik hingga di Atas Rp30 Juta

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 337 2489507 biaya-umrah-diperkirakan-bakal-naik-hingga-di-atas-rp30-juta-mPKcw0lfW8.jpg Munarman (Foto : Reuters)

JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Budi Darmawan memperkirakan biaya umrah di tengah pandemi bakal naik lagi hingga di atas Rp30 juta. Hal itu dikatakan dia menyusul adanya 'lampu hijau' dari Kerajaan Arab Saudi yang akan membuka kembali pintu kedatangan bagi jemaah Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah menetapkan tarif referensi umrah dari Rp20 juta menjadi Rp26 juta. Penetapan tarif itu disepakati pada Desember 2020 saat Menteri Agama (Menag) masih dijabat oleh Fachrul Razi.

"Kita pernah sepakati dengan referensi harga Rp26 juta pada saat itu tapi belum ada PCR, belum ada karantina pada saat kita berhitung bersama. Tapi karena kasus ini terjadi, harus berkarantina dan harus di sana cover asuransi, jelas akan terjadi peningkaan harga lagi," ucap Budi dalam webinar yang diselenggarakan FMB 9, Kamis (22/10/2021).

Baca Juga : Berikut Skema Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Umrah

Budi berharap jemaah dapat mengerti bahwa kenaikan ini bukan disebabkan dari harga paketnya, tetapi untuk mengcover aturan-aturan baru yang dibuat pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi. Semisal untuk mengcover biaya tes PCR, karantina, dan lain sebagainya, sebagai syarat pelaku perjalanan internasional.

"Kemungkinan kenaikan harga itu kalau awal waktu normal kita beri referensi Rp20 juta, pada masa pandemi Rp26 juta sebelum PCR dan aturan-aturan itu, kemugkinan akan naik lagi 30 persen, bisa jadi di atas Rp30 juta-an, itu hanya sekadar gambaran," ungkap dia.

Sebagai informasi, Kerajaan Arab Saudi memberi 'lampu hijau' dibukanya kembali pintu kedatangan bagi jemaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. Hal ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta kepada pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada Jumat 8 Oktober 2021.

Namun demikian hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut dan mendetail terkait dimulainya pemberangkatan jemaah asal Indonesia. Pemerintah Indonesia dan Saudi masih mengkomunikasikannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini