Kisah Pilu Prajurit TNI, Dulu Gagah Perkasa Kini Tak Berdaya

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 337 2489329 kisah-pilu-prajurit-tni-dulu-gagah-perkasa-kini-tak-berdaya-7ONgzLLCGT.jpg Kopka Ade Casmita terpaksa berhenti jadi tentara karena terkena stroke (Foto: Youtube TNI AD)

JAKARTA - Seorang prajurit TNI diharuskan untuk memiliki kondisi fisik prima demi menghadapi tantangan-tantangan untuk melindungi Indonesia. Namun, ada kalanya seorang prajurit TNI harus menghadapi sesuatu yang di luar kuasanya.

Bereferensi dari kanal resmi TNI Angkatan Darat, mengisahkan cerita Kopka Ade Casmita, yang terpaksa berhenti menjadi tentara akibat terkena penyakit stroke 4 tahun silam.

Baca Juga: Wanita Perkasa di Kopassus, Pecahkan 134 Balok Beton dengan Tangan Kosong

Ade Casmita, di mata atasannya, Kolonel Arm Anang Krisna merupakan sosok yang pekerja keras dan mau menerima tugas apapun. Ade sendiri merupakan pria yang dikenal handal dalam mengatasi urusan elektronik.

"Semua yang berhubungan dengan listrik, tinggal bilang Ade Casmita beres urusan," ujar Anang. 

Istri dari Ade Casmita, Rita Juwita, menjelaskan bahwa suaminya mengalami stroke ketika sedang menjalankan latihan bersama 3 Batalyon. Ini bermula dari Ade yang bertugas menaruh repeater di menara Telkom setinggi 70 meter.

Di atas menara tersebut, terdapat sejumlah tawon yang mengerumungi Ade. Awalnya, dirinya berniat untuk membuang sarang tawon ke bawah. Tetapi, sebelum berhasil dibuang, tawon-tawon tersebut menyengat Ade di kepala dan dada.

Setelah turun dari menara, Rita meminta Ade untuk segera pergi mengobati sengatan tawon. Tetapi, Ade berdalih bahwa dirinya merasa baik-baik saja. Keesokan harinya, Ade terbangun dan merasakan badannya tidak bisa digerakkan.

Baca Juga:  Anakku Komandanku, Ketika Seorang Ayah Harus "Hormat" ke Putranya di TNI

Penyakit stroke ini membuat Ade tidak bisa kembali turun ke lapangan. Saat ini, Rita beserta anak perempuannya, Adelia Putri Faitul Jamila, berjualan kerupuk seblak dan bakso goreng kering untuk menyambung kebutuhan hidup.

Rita mengaku, saat ini kehidupannya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya pengobatan suaminya. Sebelum berdagang, Rita bahkan menjelaskan dirinya hanya makan jika memang makanan tersedia.

"Sebelum dagang, makan itu kalau emang dapat aja. Biasanya uangnya difokuskan ke pengobatan suami," tutur Rita.

Lebih lanjut, Rita memberi tahu sang anak Adel, mengenai kondisi keuangan keluarga saat itu. Rita berkata kepada Adel, kalau mereka tidak bisa memberikan apa yang Adel inginkan layaknya anak-anak tentara lain.

"Ibu bilang ke Adel kalau Adel tidak bisa seperti anak tentara lain yang mau beli sesuatu langsung diturutin, dan Adel harus ngerti," ucap Adel berlinang air mata.

Adel juga berharap, bahwa kakaknya, Andre Anggada P, bisa mengikuti jejak sang ayah untuk terjun ke dunia militer.

Adel pengennya abang seperti jadi ayah atau lebih hebat. Karena kalau terus-terusan begini bakal terus dipandang sebelah mata," kata Adel.

Andre sendiri siap mengikuti jejak Ade sebagai prajurit TNI. Anang merestui keinginan Andre untuk menjadi tentara. Tidak lupa dirinya memberi sejumlah nasihat kepada Andre. "Jangan lupa latihan, jangan lupa belajar, dan jangan lupa untuk berdoa," jelas Anang kepada Andre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini