Bupati Kuansing Irit Bicara saat Digiring ke Penjara KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 20 Oktober 2021 21:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 337 2489251 bupati-kuansing-irit-bicara-saat-digiring-ke-penjara-kpk-57nfEsGSi5.jpg Bupati Kuansing, Andi Putra ditahan di KPK (foto: MNC Portal/Arie)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra (AP). Politikus Golkar tersebut ditahan usai menjalani pemeriksaan lanjutan pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan izin usaha sawit PT Adimulia Agrolestari.

Mantan Ketua DPRD Kuansing tersebut tampak mengenakan rompi tahanan berwarna orange saat digelandang keluar dari Gedung KPK. Andi Putra irit bicara ketika dicecar berbagai macam pertanyaan oleh awak media saat hendak dibawa petugas ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

"Enggak ada. enggak, enggak," singkat Andi Putra saat dikonfirmasi awak media soal aliran dana suap, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/10/2021), malam.

Baca juga:  Tiba di Gedung KPK Sambil Bawa Koper, Bupati Kuansing Membisu

Andi Putra terus menunduk saat dibawa petugas ke mobil tahanan untuk digiring ke Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Sedianya, Andi Putra bakal menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK.

Tak hanya Andi Putra, KPK juga menahan General Manager (GM) PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR). Sudarso bakal menjalani masa tahanan pertamanya untuk 20 hari kedepan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.

Baca juga:  Bupati Kuansing Bakal Langsung Ditahan KPK Setibanya di Jakarta

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Kuansing Andi Putra (AP), dan General Manager (GM) PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR), sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kuansing.

Andi Putra diduga telah menerima suap sebesar Rp700 juta secara bertahap dari Sudarso terkait pengurusan izin perpanjangan HGU sawit PT Adimulia Agrolestari. Uang sebesar Rp700 juta tersebut merupakan realisasi awal dari komitmen fee yang telah disepakati oleh keduanya.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka usai KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kuansing, Riau, pada Senin, 18 Oktober 2021. Andi Putra dan Sudarso baru dibawa ke Jakarta pada hari ini karena masih harus menjalani pemeriksaan awal lebih dulu di Riau.

Atas perbuatannya, Sudarso selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Andi Putra selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini