Share

Cerita Gus Yaqut Ingin Ganti Tagline di Logo Kemenag

Widya Michella, MNC Media · Rabu 20 Oktober 2021 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 337 2489133 cerita-gus-yaqut-ingin-ganti-tagline-di-logo-kemenag-pK3XDGRWic.jpg Menteri Agama, Gus Yaqut (foto: istimewa)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas bercerita mengenai keinginannya mengganti tagline di logo kementerian agama (Kemenag) yakni "Ikhlas Beramal". Menurutnya kata ikhlas hanya diucapkan dalam hati tidak perlu dituliskan.

"Saya cerita ada perdebatan kecil di kementerian ketika mendiskusikan soal Kemenag. Saya berkeinginan merubah tagline minimal atau logo Kemenag "ikhlas beramal".Saya bilang 'nggak ada ikhlas kok ditulis'. Namanya ikhlas dalam hati kok ditulis ini menunjukan tidak ikhlas,"jelas Menag pada Webinar Internasional RMI PBNU dalam memperingati Hari Santri 2021, Rabu,(20/10/2021).

Baca juga:  Ibadah Haji 2021 Batal, Menag Gus Yaqut Telah Menghadap Jokowi

"Ikhlas itu mungkin kalau ada bantuan minta potongan itu tetap gak ikhlas, kelihatannya bantu tapi minta potongan itu nggak ikhlas. Ikhlas beramal itu tidak bagus tidak pas saya bilang," sambungya.

Kemudian perdebatan berkembang menjadi sejarah asal usul pendirian Kemenag. Ada beberapa orang yang tidak setuju Kemenag melindungi semua umat beragama. Melainkan kementerian agama Islam karena merupakan hadiah negara untuk umat Islam.

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila, Gus Yaqut Teladani Kegigihan Orang Madura

"Saya bantah bukan, Kemenag itu hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum tapi spesifik untuk NU. Jadi wajar kalau NU itu memanfaatkan peluang yang ada di Kemenag," ucapnya.

Ia menambahkan, Kementerian agama muncul atas dasar pencoretan 7 kata dalam piagam Jakarta yaitu Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Dan yang mengusulkan itu menjadi juru damai ialah orang PBNU sehingga kemudian lahir kementerian agama.

"Nah wajar kalau kita minta dirjen pesantren kemudian kita banyak mau afirmasi pesantren. Dan santri jam'iyah NU secara wajar wajar saja tidak ada yang salah," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Lalu, beberapa orang bertanya kenapa kemenag juga mengafirmasi agama lainnya. Menag menyatakan jika hal tersebut dilakukan NU karena memiliki jamaah yang besar dan cenderung melindungi orang yang kecil

"Itu sifat NU dimanapun pengen melindungi yang kecil jadi kalau sekarang kementerian agama menjadi kementerian seluruh agama itu bukan menghilangkan ke NU-annya tapi justru menegaskan ke-NU-annya," imbuhnya.

NU pun terkenal sebagai organisasi Islam yang paling toleran moderat. Sehingga menurutnya dapat menjadi background landasan cara berpikir di Kemenag.

"Mari kita manfaatkan untuk kebaikan jam'iyah jamaah dan dengan itu kita mampu mempersiapkan masa depan anak-anak, santri-santri kita untuk memenangkan pertarungan di masa depan yang saya kira kita tidak tahu arahnya seperti apa," harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini