Presiden Jokowi: 270 Juta Rakyat Harus Tervaksinasi Akhir Tahun, Sekarang Baru 171 Juta

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 20 Oktober 2021 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 337 2489040 presiden-jokowi-270-juta-rakyat-harus-tervaksinasi-akhir-tahun-sekarang-baru-171-juta-HQ0KvV2SCB.jpg Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memasifkan vaksinasi Covid-19 hingga akhir tahun 2021 atau Desember. Hal itu ditujukan untuk mengejar herd immunity atau kekebalan komunal agar rakyat terlindungi dari virus ini.

"Kemarin saya dapat info kita sudah menyuntikkan 171 juta dosis ke rakyat kita dan target kita nanti sampai di akhir Desember, akhir tahun itu minimal 270 juta dosis," ucapnya saat meresmikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/10/2021).

BACA JUGA: Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, KSP Luncurkan Laporan Tahunan Kinerja Pemerintah

Menurut Jokowi, vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan ketat menjadi syarat wajib yang harus dilakukan sebelum membuka sektor sosial-ekonomi. Dukungan daerah untuk mewujudkan capaian ini amat penting.

"Jadi masih banyak sekali dalam dua bulan lebih ini yang harus kita lakukan berkaitan vaksin. Saya terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan bapak ibu saudara bupati semuanya dalam pelaksanaan vaksinasi di daerah," tuturnya.

BACA JUGA: Sambut HUT Ke-32, MNC Group Melalui MNC Peduli Gelar Sentra Vaksinasi di 32 Lokasi

Selain memastikan akselerasi vaksinasi dan prokes, Jokowi juga mengimbau bupati yang hadir di acara ini untuk tetap mengecek ketersediaan obat-obatan dan kesiapan rumah sakit. Hal itu penting karena pandemi menghadirkan ketidakpastian.

"Cek juga kesiapan obat dan rumah sakit meskipun saya tahu BOR-nya sudah rendah, semuanya sekali lagi, kita harus sudah mengaktifkan ekonomi kita dan selalu siaga menghadapi semua hak yang tidak pasti," jelasnya.

"Karena dunia global betul-betul penuh dengan keragu-raguan dan penuh ketidakpastian, penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelumnya belum pernah terjadi," pungkas Jokowi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini