Presiden Jokowi Ajak Para Dubes Tengok Vaksinasi Massal di Tarakan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 22:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488842 presiden-jokowi-ajak-para-dubes-tengok-vaksinasi-massal-di-tarakan-u9HgLFB7dU.jpg Presiden Jokowi tinjau vaksinasi massal di Tarakan (foto: ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak sejumlah duta besar (dubes) dari negara sahabat untuk menengok vaksinasi massal yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di daerah Tarakan, Kalimantan Utara. Vaksinasi massal ini diharapkan dapat melindungi masyarakat, para pelajar dan santri dari penyebaran virus corona.

Dalam kunjungannya, Jokowi didampingi Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. Sementara, para dubes yang ikut antara lain Dubes Ceko, Jaroslav Dolecek beserta istri; Dubes Cili, Gustavo Nelson Ayares Ossandron; Dubes Finlandia, Jari Sinkari; Dubes Swiss, Kurt Kunz, Wakil Dubes Brazil, Daniel Barra Ferreira; dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkonen.

"Vaksinasi massal ini dikoordinasi oleh BIN dan pada sore hari ini saya juga kedatangan tamu istimewa, para duta besar dari negara-negara di Uni Eropa, dari Eropa, dan juga dari Bank Dunia. Untuk melihat secara langsung proses vaksinasi yang ada di negara kita Indonesia," ujar Jokowi di SMPN 1 Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  10 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Selain menengok langsung di Tarakan, Kalimantan Utara, Jokowi juga meninjau vaksinasi massal para pelajar dan santri di tempat lainnya secara virtual. Total, BIN menggelar vaksinasi massal pelajar dan santri di 11 provinsi.

Jokowi pun turut menyapa para pelajar dan santri yang mengikuti vaksinasi di daerah lain. Salah satunya, pelajar di SMAN 3 Gorontalo, Siti Fadillah, yang mengeluh ke Jokowi ihwal pembelajaran daring.

"Teman-teman mengeluh karena seringkali kami keluar dari room zoom, sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir. Saya juga sering merasa terganggu karena seringkali suara Bu Guru berpadu dengan pompa air di rumah," ucap Siti ke Jokowi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Door to Door Guna Hindari Gelombang Ketiga

Seusai menyapa para pelajar dan santri di daerah lainnya, Jokowi pun berpesan. Presiden bilang, apabila telah divaksin, para pelajar dan santri bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Suntik pertama sudah bisa tatap muka. Setelah itu, tiga-empat minggu lagi suntik yang kedua. Kita harapkan, kita semuanya bisa terlindungi, terproteksi dari penyebaran Covid-19," kata Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar anak-anak tetap semangat belajar, baik secara daring maupun tatap muka. Dia pun mengingatkan agar para pelajar dan santri yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau nanti sudah mulai masuk kelas, jangan lupa disiplin terhadap protokol kesehatan, selalu memakai pakai masker, kalau habis kegiatan cuci tangan, jangan bergerombol, berkerumunan. Dan kita harapkan semakin hari kasus-kasus positif yangg ada di negara kita akan semakin menurun," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi door to door yang digelar BIN di Tarakan, Kalimantan Utara. Adapun BIN mengadakan vaksinasi massal pelajar dan door to door serentak di 11 provinsi dengan total 70.000 dosis.

Sebanyak 11 provinsi tersebut yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

"Hari ini saya berkunjung ke Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi dari pintu ke pintu atau door to door yang dilaksanakan secara jemput bola yang dikoordinasi oleh BIN," ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan harapannya agar di akhir tahun 2021 nanti, sebanyak 70% penduduk Indonesia sudah divaksinasi. Oleh karena itu, vaksinasi door to door ini penting agar masyarakat cepat menerima vaksin.

“Jadi petugas vaksin, vaksinator datang dari rumah ke rumah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin yang secepat-cepatnya. Ini untuk mempercepat capaian vaksinasi secara nasional karena kita berharap kita targetkan di akhir tahun nanti lebih dari 70% penduduk kita telah divaksinasi,” jelas Jokowi.

BIN juga turut memberikan bantuan kepada para penerima vaksin. Para pelajar dan santri mendapatkan paket vitamin, sedangkan para warga yang mengikuti vaksinasi door to door menerima paket sembako. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini