Era Post Truth, Ma'ruf Amin: Bahaya jika Tak Selektif Menerima Informasi

Jonathan Nalom, MNC Media · Selasa 19 Oktober 2021 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488833 era-post-truth-ma-ruf-amin-bahaya-jika-tak-selektif-menerima-informasi-r82lO5KX7c.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin turut memberikan ceramah saat menghadiri gelaran Maulid Akbar dan Doa Bersama untuk Keselamatan di Masjid Istiqlal pada Selasa (19/10/2021) malam. Kali ini, dirinya mengingatkan masyarakat untuk selektif dalam menerima informasi.

Awalnya Ma'ruf Amin menyinggung soal adanya kemajuan teknologi yang sangat pesat bahkan juga dirasakan di Indonesia. Kemudian, dirinya menyebut bahwa kemajuan teknologi juga dapat memberikan dampak yang negatif.

“Karena adanya kemajuan teknologi informasi yang luar biasa sehingga terjadi berbagai informasi antara yang benar dan yang keliru,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberikan ceramah di Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1443 H yang disiarkan dalam kanal YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (19/10/2021).

“Ini orang menyebutnya sebagai era post truth, yaitu era di mana kebenaran tersamarkan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Wapres Ma'ruf Amin: Nabi Muhammad Tokoh Perubahan Luar Biasa

Ma'ruf Amin mengatakan era ini sangat berbahaya. Oleh sebabnya, warga juga diminta untuk lebih teliti dan selektif dalam menerima informasi. “Ini sangat berbahaya apabila kita tidak teliti, tidak selektif di dalam menerimanya itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dalam kemajuan ini, informasi akan dibanjiri dan datang dari mana saja. Banjirnya informasi tersebut, lanjut Amin, dapat menjadikan informasi susah dideteksi kebenarannya. “Kita harus menjaga umat daripada terprovokasi,” ujarnya.

“Ini sangat berbahaya, bisa memecah belah umat, bisa memecah belah bangsa apabila kita tidak bisa menjaga umat dari informasi dan ini bukanlah hal yang mudah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wapres Maruf Amin: Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Pandemi Covid-19

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini