Sekjen DMI Minta Tempo Sound System Masjid Dipersingkat

Widya Michella, MNC Media · Selasa 19 Oktober 2021 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488770 sekjen-dmi-minta-tempo-sound-system-masjid-dipersingkat-YTcgjhQMEE.jpg Sekjen DMI minta tempo sound system masjid dipersingkat/MPI

JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni mengusulkan agar tempo sound system masjid dapat dipersingkat. Karena kata dia, seringkali masjid menggunakan sound system jauh sewaktu azan berkumandang.

 (Baca juga: Kisah Marbot Rela Keliling Bersihkan 50 Masjid hingga Mandi Keringat)

"Kemungkinan diusulkan juga penggunaan tempo sound system masjid itu lebih singkat. Pak JK sudah berkali-kali mengkritik itu, para marbot masjid yang menyetel tape misalnya jauh-jauh waktu sebelum masuk dengan baca Alquran misalnya tetapi itu yang baca kaset. Dan kemudian sang marbot tidur. Nah itu memang cukup mengganggu,"jelas Imam saat ditemui MPI, Selasa,(19/10/2021).

Sedangkan, azan dimaksudkan untuk menyerukan umat Islam sholat lima waktu. Sehingga, Imam mengatakan untuk pembacaan Alquran dapat memasukkan suara kedalam dan adzan tetap keluar namun dengan tempo yang hanya mendekati waktu salat.

 (Baca juga: Media Asing Sorot Suara Azan di Jakarta, Ini Tanggapan Kemenag)

Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) sendiri, lanjutnya telah mempunyai dokumen tentang tuntutan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mualla yang tertuang pada Surat Edaran nomor B.3940/DJ/III/Hk.00.7/08/2018.

Dalam Edaran tersebut tertulis bahwa suara yang disalurkan keluar masjid hanyalah adzan sebagai tanda telah tiba waktu salat. Demikian juga salat dan doa pada dasarnya hanya untuk kepentingan jamaah kedalam dan tidak perlu ditujukan keluar untuk tidak melanggar ketentuan syariah yang melarang bersuara keras dalam sholat dan doa.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberlakukan sentralisasi azan daerah sewaktu sehingga masjid-masjid akan menswitch on sound system dan menggabungkannya dalam satu masjid dengan suara adzan yang cukup sekali.

Pengaturan sentralisasi adzan daerah sewaktu pun akan dilakukan pilotting di wilayah DKI Jakarta mengingat kondisi wilayah yang padat penduduk dan banyaknya masjid serta musholla.

"Iya mungkin di masjid Istiqlal, dan kita akan kerjasama dengan Pemkot DKI, Kemenag sehingga bisa terjadi suasana yang lebih bagus. Ini semacam pilotting untuk daerah ini,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini