Venus Penghina Suku Betawi Ditangkap saat Karaoke, Berikut 5 Faktanya

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488740 venus-penghina-suku-betawi-ditangkap-saat-karaoke-berikut-5-faktanya-snKcr5MwjM.jpg Foto Venus, pelaku penghinaan terhadap suku Betawi. (Foto: MPI)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu beredar sebuah video di media sosial memperlihatkan pria bernama Venus atau VLL (50) menghina suku betawi. Tindakan VLL banyak dikecam oleh sejumlah pihak, khususnya Ormas Betawi.

Ada beberapa fakta menarik mengenai peristiwa penghinaan suku Betawi yang sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Menganiaya dan Menghina Seorang Warga Betawi.

Dalam video amatir berdurasi sekitar satu menit lebih ini terlihat VLL melakukan penghinaan terhadap suku Betawi kepada salah satu warga di salah satu lokasi proyek pembangunan di Jalan Raya Kali Malang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Rabu malam 13 Oktober kemarin.

Tidak hanya penghinaan, VLL juga terlihat melakukan penganiayaan di video yang direkam oleh warga dan viral di media sosial.

Sejumlah organisasi masyarakat Betawi Bekasi kemudian melaporkan perkara ujaran Venus tersebut. Bahkan, karena aksinya tersebut memancing kemarahan seluruh tokoh Betawi di Jabodetabek.

2. Bermula Karena Korban Masuk ke Lahan Proyek

Peristiwa itu terjadi di sebuah proyek Lagon Mall yang berada di Kecamatan Bekasi Selatan. Saat itu, tersangka VLL yang tengah menjaga proyek Lagon mendapati seorang pemuda yang masuk ke proyek gorong-gorong di lokasi tanpa izin.

”Awalnya tersangka menanyakan maksud pemuda itu,” kata Kombes Aloysius Suprijadi, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Pancing Kemarahan Jawara, Ini Kronologi Oknum Ormas Menghina Suku Betawi

Kemudian, tersangka menanyakan identitas dan tujuannya masuk ke lokasi proyek, namun pemuda tersebut menjawab dengan berbelit-belit. Selanjutnya tersangka marah dan mengeluarkan kata-kata yang bermuatan SARA.

3. Ditangkap saat Karaoke

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota menangkap VLL saat sedang aksi berkaraoke di Slawi, Jawa Tengah, Senin kemarin

”Kami amankan saat pelaku tengah asyik berkaraoke di wilayah Slawi, Jawa Tengah,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, terang Suprijadi kepada media.

4. Dijerat Pasal Berlapis

Atas kejadian ini, petugas menetapkan Pasal 335 KUHP kemudian pasal 16 juncto pasal 4 UU RI nomor 40 tahun 2008 dengan ancaman hukumannya 5 tahun kurungan penjara untuk VLL.

5. Disesali DPRD Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan bahwa pernyataan seperti itu seharusnya tidak perlu dilontarkan karena Indonesia mempunyai 1.340 suku bangsa, dan etnis yang bermacam-macam.

Seharusnya tidak perlu berbicara seperti itu, omongan tersebut sudah tergolong perbuatan menghina dan rasisme, harus Anda ketahui bahwa perbuatan Anda tersebut telah memenuhi unsur Pasal 16 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dengan pidana penjara selama 5 Tahun menunggu Anda, kalau Anda tidak secepatnya menyelesaikan permasalahan ini," kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

"Seharusnya tidak perlu terjadi peristiwa penghinaan terhadap suku apa pun. Indonesia itu memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010. Jadi tidak elok jika menghina suku apa pun, terlebih Betawi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini