4 Cerita Memilukan Korban Pinjol, Diancam hingga Dijauhi Keluarga

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 20 Oktober 2021 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488643 4-cerita-memilukan-korban-pinjol-diancam-hingga-dijauhi-keluarga-Xspx5RbCrw.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Beragam cara dilakukan oleh pihak peminjam kepada nasabahnya agar dapat segera melunasi utang. Mulai dari terror, hingga mengancam kerabat dan teman dekat korban pinjol. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam. Berikut adalah beberapa cerita mengenai korban yang terlibat pinjaman online;

1. Depresi Terus Diteror

Pihak kepolisian membongkar praktik pinjaman online (pinjol) illegal yang beroperasi di Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (16/10/2021).

Menurut sumber, pihak kepolisian menangkap adanya ancaman pada beberapa nasabah. Hal ini menimbul kan dampak serius bagi para nasabah. Salah satu korban yang berinisial TM dilaporkan mengalami depresi akibat terus-menerus diteror oleh oknum pinjol.

Keempat oknum yang terlibat lansung dengan penagihan terhadap TM kemudian diamankan oleh pihak kepolisian guna dimintai keterangan. Keterangan yang didapat menyebutkan bahwa proses penagihan ini sering dibarengi dengan tindakan memaki nasabah peminjam.

2. Ancam Sebar Aib Galeri Ponsel

Oknum yang menjalankan bisnis pinjaman online banyak melakukan cara-cara jahat demi menagih nasabahnya. Seorang karyawan swasta berinisial A misalnya, mengatakan bahwa pihak pinjol dapat mengakses data yang terdapat di galeri ponsel.

Hal ini dilakukan untuk mengambil foto penghutang. A mengaku dalam sehari ditelepon hingga 10 kali oleh oknum tersebut dengan nomor yang berbeda-beda. Jika cara tersebut tidak berhasil, pihak pinjol akan mengirimkan data diri peminjam untuk menagih utangnya ke kontak yang dapat diakses pihak pinjol.

3. Dijauhi Keluarga karena Pinjol

Keluarga dari oknum berinisial E (39) menjauhinya karena ia terlilit utang pinjaman online. Hal ini bermula sejak E meminjam uang sebesar Rp 1 juta kepada pihak pinjaman online.

Meskipun yang diterimanya hanya Rp 800 ribu, ia masih harus membayar bunga sebesar Rp 500 ribu atau lebih besar 50% dari total uang yang dipinjamnya.

Karena persentase bunga yang sangat besar ini E kesulitan membayar pinjaman. Pekerjaannya sebagai cleaning service membuatnya semakin kesulitan untuk melunasi utang tersebut.

Akibatnya, banyak kerabatnya yang menjauhi E.

4. Siapa yang Utang, Teman yang Diancam

Sebuah unggahan tentang pinjaman online viral di media sosial. Unggahan tersebut memperlihatkan seseorang yang menerima pesan dari nomor tidak dikenal.

Pesan tersebut berisi ancaman tagihan utang. Penagih memaksa korban membayar hutang yang dimiliki temannya.

Ia juga mengancam akan menyebar foto anak korban yang diambil dari foto profil media sosialnya. Hal ini tentu membuat korban merasa takut dan berujung membuat postingan tersebut.

Pihak kepolisian berjanji akan menindak lanjuti kasus ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini