Misteri Arwah Tentara Dai Nippon Gentayangan di Kali Bekasi

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 337 2488597 misteri-arwah-tentara-dai-nippon-gentayangan-di-kali-bekasi-3Ar8LxWHDs.jpg Misteri arwah tentara jepang/ wikipedia

STASIUN Kota Bekasi hingga Kali Bekasi pernah menjadi saksi sejarah saat pembantaian besar-besaran yang dilakukan pejuang Bekasi terhadap 90 tentara Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Sebelumnya, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, karena pada 6 Agustus dan 9 Agustus, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

(Baca juga: Masa Penjajahan Jepang Pasca-Runtuhnya Hindia Belanda)

Saat itu, pada 19 Oktober 1945 atau 76 tahun silam, 90 serdadu Jepang dipulangkan melalui jalur udara dari Kalijati, Subang menggunakan kereta api (KA) dari arah Stasiun Jatinegara. Namun, saat melintas Stasiun Bekasi, rangkaian KA tersebut dicegat dan digeledah oleh pejuang Indonesia.

Namun saat digeledah, terjadi insiden sebuah tembakan dari pihak Jepang. Mendengar letusan pistol, pejuang di bawah komando Letda Zakaria langsung geram dan mengepung para tentara Jepang tersebut.

(Baca juga: Semangat Jihad Pangeran Diponegoro Pimpin Pasukan Islam Bikin Ciut Nyali Belanda)

Sebanyak 90 tentara Jepang tewas di tangan pejuang Bekasi. Selanjutnya jasad tentara Jepang tersebut dibuang ke Kali Bekasi, hingga menyebabkan Kali Bekasi menjadi merah.

Peristiwa pembantaian tersebut memunculkan kisah mistis di lokasi. Dikatakan pula muncul sejumlah “penampakan” di situs itu beberapa waktu kemudian.

Dalam buku Robert B. Cribb bertajuk ‘Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945–1949’, masyarakat sekitar acap dihantui arwah-arwah Tentara Jepang yang tidak tenang. Kisah misteri ini pun menjadi urban legend di masyarakat Bekasi.

Peristiwa berdarah itu kemudian diabadikan ke dalam Monumen Kali Bekasi yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Selatan, dekat jembatan rel Kali Bekasi. Pada prasasti di monumen tersebut, tertuang sepenggal sejarah aksi para pejuang Bekasi melawan serdadu Jepang.

Bahkan, setiap tahun pada 19 Oktober, warga Jepang di Indonesia juga sering melakukan ritual tabur bunga di tepi Kali Bekasi untuk mengenang peristiwa pahit tersebut.

Monumen Kali Bekasi juga disebut Monumen Front Perjuangan Rakyat Bekasi, sebuah epos yang memiliki arti sangat dalam bagi Rakyat Bekasi, menggambarkan keberanian Rakyat Bekasi, juga lambang kepahlawanan dan kejuangan masyarakat Bekasi.

"Monumen ini dibangun berkat kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Jepang sebagai monumen sejarah, tugu ini juga memberikan nilai edukatif yaitu, pesan perdamaian dan cinta kasih," tulis pesan dalam prasasti monumen tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini