Putra Mbah Moen: Jokowi-Ma'ruf Ciptakan Tren Naik Pesawat Sarungan

Widya Michella, MNC Media · Senin 18 Oktober 2021 21:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2488271 putra-mbah-moen-jokowi-ma-ruf-ciptakan-tren-naik-pesawat-sarungan-y34POFaswD.jpg Putra Mbah Moen sebut jokowi maruf bikin tren naik pesawat sarungan / ist

JAKARTA -Pengasuh pondok pesantren (Pontren) Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kiai Abdul Ghafur Maimoen mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta wakilnya Ma’ruf Amin membuat pemakaian sarung menjadi tren di kalangan publik.

 (Baca juga: Libur Maulid Nabi Digeser ke Rabu 20 Oktober 2021, Ini Alasannya)

"Saya kesini pakai sarung karena saya lihat wapres juga ternyata pakai sarung, pak Jokowi juga pakai sarung dan itu menjadi trend yang menyenangkan,"jelas Abdul dalam peringatan maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang disiarkan melalui akun YouTube Kemenag RI, Senin,(18/10/2021).

 (Baca juga: PBNU Gelar Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Istiqlal)

Ia pun menceritakan, dirinya awalnya malu saat saat menggunakan sarung di berbagai kesempatan. Namun kini ia merasa lebih percaya diri berkat tren yang diciptakan oleh para pemimpin Indonesia.

"Dulu misalnya saya naik pesawat itu agak malu pakai sarung tapi sekarang naik pesawat itu pakai sarung seperti pesawat ini milik saya. Karena sudah dibikin trend oleh para pemimpin-pemimpin luar biasa semacam ini menurut saya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga membahas tema perayaan Maulid Nabi yakni "Menebar Empati perkuat silahturahmi" yaitu turut menggambarkan sikap empati Rasulullah ketika bertemu dengan semua orang yang tidak hanya sekadar bertemu tetapi juga mengenal dengan baik.

"Nabi berada di Makkah itu kumpul dengan para pedagang-pedagang dan punya empati dengan para pedagang. Ketika nabi Muhammad ada di Madinah ketemu dengan para petani itu juga memberi empati yang luar biasa kepada petani,"ucapnya.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, kata dia mengatakan kalau hari ini kiamat datang, petani masih membawa biji kurma dan petani bisa menanam tanamlah itu meski hari ini kiamat. Hal tersebut sebagai wujud empati beliau kepada para petani.

"Sehingga para petani Madinah begitu semangat dan ketika bertani merasa ini bagian dari ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini