Indikator Wilayah Aglomerasi Berubah, DKI Jakarta Turun Level PPKM?

Dita Angga R, Sindonews · Senin 18 Oktober 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2488209 indikator-wilayah-aglomerasi-berubah-dki-jakarta-turun-level-ppkm-IvX8tMbG76.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk tidak menjadikan capaian vaksinasi Covid-19 sebagai indikator penurunan level wilayah aglomerasi.

Pasalnya capaian vaksinasi satu daerah yang rendah bisa menghambat daerah di wilayah aglomerasi yang sama untuk turun level.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan beberapa daerah di Jabodetabek seharusnya bisa turun level tapi terhambat oleh Kabupaten Bogor dan Tangerang yang capaian vaksinnya belum mencapai target.

“Selama 1 bulan terakhir, penurunan level untuk wilayah aglomerasi tertahan beberapa kabupaten kota yang belum mampu mencapai target vaksinasi. Sebagai contoh, sebagian besar kabupaten kota di wilayah jabodetabek yang seharusnya bisa turun ke level 2 tidak bisa turun level karena cakupan vaksinasi di kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target,” katanya, Senin (18/10/2021).

Terkait dengan kondisi ini, pemerintah memutuskan untuk tidak menjadikan capaian vaksinasi sebagai indikator level PPKM wilayah aglomerasi.

“Berkaca dari kondisi tersebut dan atas persetujuan dari Presiden, syarat vaksinasi kabupaten/kota di aglomerasi diubah berdasarkan pencapaian kabupaten/kota itu sendiri. Selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level,” ujarnya.

Dengan kondisi ini maka daerah-daerah di Jabodetabek berpeluang turun level. Salah satu daerah yang berpotensi turun level adalah DKI Jakarta. Hal ini mengingat capaian vaksinasi di DKI Jakarta cukup tinggi.

Data vaksi.kemkes.go.id per 18 Oktober 2021 pukul 12.00 disebutkan bahwa untuk lansia, vaksin dosis pertama mencapai 93,14% dan dosis kedua 81,80%. Untuk masyarakat umum dan rentan, dosis pertama 141,73% dan dosis kedua 100,10%. Sementara vaksinasi usia 12 hingga 17 tahun, dosis pertama 85,30% dan dosis kedua 72,49%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini