5 Kasus Pinjol Berujung Tragis, Bunuh Diri hingga Tewas Dibakar

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2488108 5-kasus-pinjol-berujung-tragis-bunuh-diri-hingga-tewas-dibakar-jnghnwwKwz.jpeg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Jeratan pinjaman online (pinjol) di masyarakat semakin marak dan memprihatinkan. Cara penagihan pinjol yang tak manusiawi berakibat fatal hingga menyebabkan seseorang depresi, trauma hingga bunuh diri.

Berikut adalah 5 kasus pinjaman online yang meresahkan hingga sebabkan korban jiwa:

1. Wonogiri - Nekat Bunuh Diri

Seorang perempuan berinisial WI nekat bunuh diri akibat pinjaman online beberapa waktu lalu. WI diduga tak mampu melunasi utangnya sekaligus menghadapi teror pinjol. Perempuan berusia 38 tahun itu ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di rumahnya di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogori, Jawa Tengah, Selasa (5/10/2021).

Korban juga meninggalkan sebuah buku dan surat wasiat kepada suaminya. Total utang di operator pinjol yang tercatat di buku itu senilai Rp55,3 juta. Nahas karena keberatan untuk membayar utangnya, ia lebih memilih untuk bunuh diri.

2. Tapanuli Utara - Tewas Dibakar Akibat Pinjol

Mawar Fransiska Sitohang (44), warga Desa Lubis, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, dibakar oleh adik iparnya Iwanto Lubis (39), gegara melakukan pinjaman online menggunakan Indentitas istrinya pada Jumat (25/06/2021).

Sesudah membakar kakak iparnya, tersangka melarikan diri atau menjadi DPO selama 3 bulan hingga akhirnya menyerahkan diri ke Polres Taput pada 21 September 2021.

Kapolres Taput, AKBP Ronald FC Sipayung menerangkan, motif tersangka membakar kakak iparnya karena kecewa dengan korban, yang melakukan pinjaman online menggunakan Indentitas istrinya.

Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat Pasal 187 Ayat (1) ke-2e KUHPidana, barangsiapa yang sengaja menimbulkan kebakaran atau kejahatan terhadap jiwa orang, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun.

Baca juga: Tak Disangka! Begini Cara Kerja Pinjol Ilegal hingga Sulit Diberantas

3. Tulungagung - Tewas Bunuh Diri

Oscar Syarifudin (36), warga Perumahan Patimura, Tulungagung, Jawa Timur, tewas bunuh diri karena diduga depresi dengan tagihan pinjaman online (Pinjol) yang mencapai belasan juta rupiah pada Rabu (23/6/2021). 

Kematian Oscar semula menyisakan misteri dan sempat dikabarkan menjadi korban pembunuhan. 

Polres Tulungagung kemudian menyimpulkan penyebab kematian Osar Syarifudin adalah murni bunuh diri karena depresi tagihan pinjaman online yang diduga mencapai belasan juta rupiah.

4. Sidoarjo - Nekat Bobol Masjid demi Bayar Utang Pinjol

Akibat terlilit utang pinjol, seorang buruh pabrik di Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, nekat membobol sejumlah rumah kosong dan masjid. 

Pelaku bernama Edi Santoso (38) warga Desa Pabean Sedati itu, mengaku kepada polisi sudah melakukan aksi sebanyak 13 kali di tempat berbeda di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. 

Edi nekat membobol sejumlah rumah kosong dan masjid karena ia mengaku membutuhkan uang untuk membayar utang pinjaman online yang jumlahnya mencapai Rp10 juta. Edi menyasar sejumlah rumah kosong dan masjid dan beraksi seorang diri. 

Aksi Edi ini akhirnya terungkap setelah polisi mendapat laporan dari salah satu takmir masjid yang kemudian di tindaklanjuti penyelidikan dan penangkapan pelaku pada Sabtu (29/05/2021). 

5. Malang - Pinjol Sebabkan Traumatis

Kisah malang datang dari guru TK di Malang, Jawa Timur yang terlilit utang pinjol. Sebab, dirinya diteror 24 debt collector dan diancam dibunuh pada bulan Mei lalu. 

Guru TK ini berawal meminjam uang di pinjol dari Rp2,5 juta menjadi Rp40 juta. Guru TK ini terjerat utang pinjol ke 19 pinjol ilegal dan lima pinjol terdaftar atau berizin di OJK.

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan bahwa kasus yang terjadi guru TK tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman terkait literasi keuangan mengenai pinjaman online.

Kuseryansyah menceritakan pun pengalaman buruk yang dialami oleh guru TK tersebut. Dia mengatakan bahwa guru TK diteror oleh pinjam online ilegal sampai trauma.

Terkait masalah ini, AFPI memberikan keringanan pembiayaan terhadap guru TK tersebut untuk pinjol yang terdaftar di OJK. Pihaknya pun memberikan pendampingan agar keluar dari masalah pinjol ilegal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini