Pasca-Kerumunan Pembagian Makan, Prokes di RSDC Pademangan Diperketat

MNC Portal, · Senin 18 Oktober 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2488019 pasca-kerumunan-pembagian-makan-prokes-di-rsdc-pademangan-diperketat-HGAZSdJVAx.jpg Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara memperketat pengaturan pembagian makan bagi para warga negara Indonesia yang menjalani karantina repatriasi.

Hal ini dilakukan menyusul adanya laporan dari salah satu perusahaan manajemen pelayaran yang mengeluhkan sering terjadinya kerumunan tanpa jaga jarak setiap jam makan. Sejumlah kru perusahaan tersebut menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan sepulang bertugas dari luar negeri.

Baca Juga:  Berkurang Drastis! Wisma Atlet Tangani 198 Pasien Covid-19 Hari Ini

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, berbagai pihak yang mendukung pengelolaan RSDC Wisma Atlet Pademangan telah melakukan evaluasi dan perbaikan pengaturan agar tak lagi terjadi kerumunan saat jam makan pagi, makan siang maupun makan malam.

“Sekarang pengaturannya sudah lebih baik. Makanan pun disediakan lebih awal. Jadi sudah lebih rapi sehingga tidak ada lagi kerumunan orang-orang yang sedang dikarantina,” jelasnya kepada MNC Portal Indonesia.

Dia mengirim foto makanan dan sejumlah dus minuman terbungkus dan tersusun rapi di salah satu lantai wisma siap untuk dibagikan secara teratur kepada para PMI yang menjalani karantina di sana. Di depan makanan dan minuman tersebut tampak sebuah meja dan kursi untuk mengawasi pembagian makanan.

Baca Juga:  Berkurang 36, Hari Ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 213 Pasien Covid-19

Seperti diketahui, sebelum 14 Oktober 2021, para pelaku perjalanan internasional yang masuk Indonesia via Jakarta harus menjalani karantina selama delapan hari di Wisma Atlet Pademangan. Mulai pekan lalu, masa karantina diperpendek menjadi hanya 5 hari.

Sebelumnya, sumber MNC Portal seorang pejabat perusahaan manajemen pelayaran mengaku anak buahnya mengeluhkan pembagian makan bagi para anak buah kapal (ABK) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak diatur ketat. Makanan dan minuman hanya di-drop di depan lift sehingga orang-orang yang menjalani karantina cenderung berebutan mengambilnya.

“Hal ini menimbulkan kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan seperti jaga jarak. Kami mendapat laporan ada sejumlah orang yang akhirnya positif Covid-19 dan dievakuasi dari tower itu,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi agar belasan krunya yang baru tiba dari Bangladesh tidak tertular Covid-19, perusahaan akhirnya memesan makanan sendiri secara online. “Para kru kami masuk karantina dari 9 hingga 15 Oktober 2021,” kata pejabat perusahaan tadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini