Anakku Komandanku, Ketika Seorang Ayah Harus "Hormat" ke Putranya di TNI

Mohammad Adrianto S, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2487989 anakku-komandanku-ketika-seorang-ayah-harus-hormat-ke-putranya-di-tni-mVGqax22Fj.jpg Sahidin saat bertemu anaknya, Figgy Heryansyah (Foto: Youtube TNI)

JAKARTA - Siapa pun yang bisa menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kebanggan tersendiri. Tak terkecuali bagi orangtua, yang kepangkatannya harus berada di bawah anaknya.

Kejadian menarik ini diulas kanal YouTube resmi dari TNI Angkatan Darat seperti dilihat pada Senin (18/10/2021).

Baca Juga:  TMMD 112 Depok Berakhir, Bedah Rumah hingga Pengecoran Jalan Tuntas 100%

Sebelum mendapatkan pangkat tinggi, seorang prajurit harus terlebih dulu melewati berbagai tugas dan asesmen dari atasan. Semua perwira harus merangkak dari bawah untuk meraih pangkat militer.

Dalam video yang diunggah 2020 silam itu, Serda (Har) Sahidin, menyaksikan langsung anaknya, Figgy Heryansyah menjadi Letnan Infanteri. Dalam wawancaranya bersama Serda (K) Fadilah Isliko, Sahidin mengaku bangga sekali terhadap anaknya saat melihat sang anak dilantik.

"Bangga Mbak, bangga sekali. Nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Bangga bangga bangga sekali," kata Sahidin.

Figgy 

Dalam kisahnya, Figgy bercerita bahwa dia diminta sang ayah untuk mendaftar di Bintara. Tetapi, karena masih menunggu tes masuk, Figgy memutuskan untuk mendaftar di Taruna Akademi Militer, hingga sekarang dia menjadi Taruna 34.

Baca Juga:  Oerlikon Skyshield, Misil Paskhas Penghancur Jet Tempur Musuh

Sahidin menjelaskan, semasa kecil Figgy merupakan anak yang gemar berolahraga. Dirinya kerap mengikuti berbagai kompetisi dan menang. Figgy juga rupanya memang berminat menjadi tentara.

"Sejak SD, sudah ikut O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan sering berprestasi juga. Dia juga kebetulan berminat menjadi tentara," papar Sahidin.

Tidak hanya itu, Sahidin juga memang sudah mengarahkan Figgy untuk menjadi tentara. Mulai dari latihan, hingga kesehatan, Sahidin mengurus betul keperluan keperluan Figgy untuk menjadi tentara.

Momen mengharukan terjadi saat Sahidin bertemu dengan anaknya pasca pelantikan. Layaknya seorang tentara, masing-masing memberikan hormat kepada satu sama lain.

Namun, setelah tangan diturunkan, status tentara dilepaskan dan kembali menjadi ayah dan anak. Figgy memeluk Sahidin dengan erat, terlihat bahagia dengan kenaikan pangkatnya saat itu.

Sahidin mengaku tidak bisa menahan tangis ketika melihat sang anak. Terlebih, situasi saat itu memang penuh dengan haru, membuat banyak orang di sekitarnya menangis sehingga dia terbawa suasana.

"Di sini nangis di sana nangis ya saya jadinya ikut nangis juga," ujar Sahidin sambil tertawa kecil.

Tidak hanya dengan ayahnya, Figgy juga memeluk ibunya dengan penuh haru. Dirinya bahkan bersujud syukur di hadapan sang Ibu, berterima kasih dengan segala jasanya.

Setelah kenaikan pangkat ini, Figgy berharap bahwa dia dapat masuk ke satuan militer dan dapat menjadi pemimpin yang diandalkan oleh rekan-rekannya.

Semantara Sahidin berpesan kepada Figgy agar ikhlas dalam menjalankan tugas apapun. Menurutnya, jika semua tugas dilakukan dengan ikhlas, maka beban yang dia pikul tidak akan terasa.

"Beban apapun yang diberikan ke kita kalau ikhlas, Insya Allah tugas tersebut akan menjadi ringan," pesan Sahidin kepada Figgy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini