Wapres Maruf Amin: Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2487974 wapres-maruf-amin-indonesia-tetap-kokoh-di-tengah-pandemi-covid-19-HW4Kf0hhc3.jpg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia mampu bertahan dan tetap kokoh dalam menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya ialah pandemi Covid-19. Karena itulah hal itu patut disyukuri.

"Kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, mengingat Indonesia sebagai bangsa yang besar mampu membuktikan dapat tetap bertahan dan kokoh dalam menghadapi berbagai permasalahan termasuk di masa pandemi Covid-19 ini," ujarnya saat memberi sambutan secara virtual pada Hari Lahir ke-6 Universitas Alma Ata, Senin (18/10/2021).

Wapres berujar, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun memberikan tantangan sekaligus peluang dalam semua dimensi kehidupan, khususnya di dunia pendidikan. Menurutnya, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menuntut perguruan tinggi untuk mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat terus melaksanakan perkuliahan, mengembangkan kreativitas, riset dan inovasi.

"Perubahan, disrupsi dan tantangan era pandemi Covid-19 ini merupakan momentum untuk menorehkan prestasi dan karya terbaik, sebagai salah satu bentuk ahsanu ‘amalan yang dapat diwujudkan untuk menjadi bagian dari khairu ummah masyarakat terbaik, termasuk bagi dunia Akademik seperti Universitas Alma Ata," jelasnya.

Lebih lanjut, Wapres mengatakan, program prioritas pemerintah saat ini adalah membangun SDM unggul, yaitu sumber daya manusia yang kreatif dan adaptif serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Oleh karena itu diperlukan iklim pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk menghasilkan generasi yang unggul dan profesional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), riset dan inovasi (RIN), serta berjiwa wirausaha.

"Bagi Universitas Alma Ata, kriteria tadi harus ditambah dengan: SDM yang menjunjung nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah serta mampu bersaing secara nasional dan internasional," ucapnya.

Di era industri 4.0 saat ini, kata Wapres, SDM Indonesia harus menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan inovatif, namun tidak kalah penting juga harus mampu untuk bersikap tasamuh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mampu bertoleransi, berempati dan bersosialisasi dengan kedamaian dalam pergaulan, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, yang memiliki berbagai macam budaya, agama, suku, dan ras.

Para mahasiswa Universitas Alma Ata yang merupakan generasi milenial sejak dini harus dididik kreatif dan inovatif serta akrab dengan teknologi informasi dan teknologi digital.

Selain itu, suasana kampus pun harus kondusif bagi lahirnya pemikiran, konsep dan temuan serta cara-cara baru yang memberikan nilai tambah, manfaat serta maslahat lebih besar dari apa yang telah tersedia saat ini.

"Untuk itu Saya mendorong Universitas Alma Ata untuk terus mengembangkan riset serta meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), lembaga riset serta perguruan tinggi lainnya," pungkas Wapres.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini