Usut Korupsi e-KTP, KPK Periksa Andi Narogong

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2487962 usut-korupsi-e-ktp-kpk-periksa-andi-narogong-CS71eSnTIu.jpg Andi Narogong (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan paket Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Pengusutan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Penyidik memeriksa salah satu saksi kunci sekaligus terpidana dalam perkara ini yaitu, Andi Narogong. Andi Narogong digali keterangannya sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos (PLS).

"Pemeriksaan dilakukan di Lapas Klas I Tangerang, atas nama Andi Agustinus alias Andi Narogong," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Kembali Usut Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil 1 Saksi

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Adapun, 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Baca juga: KPK Gandeng CPIB Singapura Periksa Buron Kasus e-KTP Paulus Tannos

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini