4 Kasus Penganiayaan Pedagang oleh Preman: Badan Dipukul, Gerobak Dihancurkan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 18 Oktober 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 337 2487793 4-kasus-penganiayaan-pedagang-oleh-preman-badan-dipukul-gerobak-dihancurkan-nwz1jsb4r2.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

AKSI premanisme memang sudah cukup sering terjadi di Indonesia. Umumnya, para preman menyasar pedagang dan melakukan pemalakan. Hal itu sudah pasti sangat meresahkan bagi pedagang. Jika keinginan si preman tidak dipenuhi, maka mereka tak segan-segan untuk menganiaya pedagang yang ada.

Berikut adalah potret kejadian penganiayaan pedagang yang dilakukan oleh preman.

1. Medan, Sumatera Utara

Seorang wanita pedagang sayur di Medan, Sumatera Utara dianiaya oleh beberapa preman pada September 2021. Awalnya, preman itu mendatangi korban LGW di pagi hari untuk meminta uang lapak atau upeti sebesar Rp500 ribu. Namun, korban tidak memberikan. Siang harinya, gerombolan preman itu kembali mendatangi korban dan meminta kembali uang tersebut. Korban yang tetap tidak memberikan uang, kemudian dianiaya pelaku dengan cara ditendang di bagian perut.

Melansir iNews.id, korban mengaku dikeroyok oleh 4 orang preman. Tak hanya itu, para pelaku juga menganiaya anak korban. Akibatnya, korban menderita pendarahan dan memar. Area mata korban juga terlihat bengkak karena dipukul. Kejadian itu sontak membuat korban trauma.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Percut Seituan. Salah seorang tersangka, B, berhasil diringkus di sebuah kafe pada 6 September 2021.

2.Cengkareng, Jakarta Barat

Dua preman mengamuk di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat pada 3 Mei 2019. Kedua preman itu melakukan tindakan tergolong brutal, yakni menghancurkan gerobak milik seorang pedagang es puding. Padahal, pedagang tersebut sudah memberikan es gratis.

Akibatnya, seluruh dagangan korban porak poranda. Tak sampai disitu, preman itu juga mencuri gunting di sebuah warung rokok. Merasa resah, warga dan pedagang lain melaporkan kasus itu ke Polsek Cengkareng.

Polisi langsung berusaha mengamankan tersangka. Namun, polisi mendapat perlawanan sengit dari pelaku. Akibatnya, polisi terpaksa melepaskan timah panas ke kaki salah seorang pelaku. Keduanya terancam kurungan 3 tahun penjara karena melanggar pasal 170 KUHP jo 351 KUHP.

3. Utan, Sumbawa

Seorang pedagang martabak di Utan, Sumbawa harus dilarikan di puskesmas karena menderita luka akibat ditebas golok oleh preman asal Tegal, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada 11 Februari 2021 itu bermula tersangka mendatangi korban dan memesan martabak. Namun, setelah martabak jadi, tersangka tidak mau membayar.

Korban pun menagih uang pembayaran hingga keduanya terlibat cekcok. Saat itulah, tersangka dan beberapa rekannya menganiaya korban. Usai melakukan penganiayaan, para tersangka melarikan diri. Polisi berhasil menangkap pelaku utama penganiayaan. Sementara itu, tersangka lainnya masih dalam tahap pengejaran.

4. Kendari, Sulawesi Tenggara

Perkelahian antara pedagang bakso dan preman di Kendari terjadi pada Juni 2020. Kasus itu terekam kamera ponsel dan viral di media sosial Instagram. Berbagai sumber menyebut, perkelahian itu dipicu lantaran ada preman yang meminta bakso gratis kepada pedagang berinisal M itu. Padahal, sehari sebelumnya si reman sudah meminta bakso gratis kepada ayah M, dan diberikan.

Sehari kemudian, ia kembali datang ke kedai bakso M. Dengan niat sama, preman itu ingin meminta bakso gratis dari M. Namun, M tak memberikan. Adu mulut sempat terjadi karena preman itu membentak M, dan bergegas pergi. Tak berselang lama, preman itu kembali bersama temannya. M pun menjadi sasaran bogem mentah kedua preman itu. M yang tidak terima, balik memukul dan terjadi adu jotos.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini