Sebut Polisi Sebaiknya Diganti Satpam Bank, Pengguna Twitter Dapat Ancaman

Riezky Maulana, iNews · Minggu 17 Oktober 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 337 2487594 sebut-polisi-sebaiknya-diganti-satpam-bank-pengguna-twitter-dapat-ancaman-pmFVFPL21H.jpg Foto: Ist.

JAKARTA - Pernyataan salah satu akun media sosial (medsos) Twitter mendadak mencuri perhatian warganet lantaran meminta agar seluruh polisi di Indonesia diganti satpam sebuah bank swasta. Sampai saat ini, cuitan akun @fchkautsar telah memperoleh tombol suka sebanyak 82 ribu dan 23 ribu Re-tweet.

"Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam B** aja gaksih," tulis akun tersebut dikutip MNC Portal Indonesia, Minggu (17/10/2021).

BACA JUGA: Curhatan Satpam Viral di Medsos Gegara Diejek Seragamnya Mirip Polisi 

Ternyata, cuitan Fachrial mendapatkan reaksi negatif dan pesan bernada intimidatif dari sejumlah akun. Bahkan, tak hanya di Twitter, ancaman juga merembet ke medsos lain seperti Instagram.

Salah satunya datang dari akun Instagram @cupsans27. Dia menanyakan apa maksud dari Fachrial mencuitkan hal seperti itu. Dengan berbahasa Sunda, sambil mengancam, aku itu mengaku akan menandai Fachrial.

"Lu bikin Tweet apa bro? Mau nyuruh polisi gimana? Mental aman dek? Berani di medsos aja? Cirian sia nya kalem (Ditandai kamu ya, tenang)," cecar akun @cupsans27.

Selanjutnya, akun @handykahunturagnades juga menanyakan maksud cuitan Fachrial. Dia menyebut, akan mencari Fachrial buntut dari cuitannya tersebut.

BACA JUGA: Pria Temukan Pesan dalam Botol dari Tahun 1974, Apa Isinya?

"Maksud kamu apa bawa institusi polri. Kau orang mana? Kalau ada oknum yang salah, salahkan oknumnya, jangan bawa-bawa institusinya. Kalau kamuga terima, ga perlu kamu cari saya, saya yg cari kamu!" kata dia.

Tak berbeda, akun Instagram @agustianto21 juga menebar ancaman. Bahkan, dia tak segan-segan mengeluarkan kata-kata makian kotor.

"Kalem hidupmu ga tenang ada di tangan orang dendam kau yah. Sudah ditarget di jalan kau yah. Mental aman anjing? Mati kau," seru akun itu.

Menurut Fachrial upaya ancaman tak hanya menyasar kepada kiriman-kiriman pesan. Melainkan juga, ada yang berupaya mengambil alih akun Twitter pribadinya.

"Mulai ada percobaan masuk ke akun Twitter. Ada yang mencoba reset password," jelas Fachrial.

Dua nomor pribadi Fachrial pun turut diteror oleh nomor yang tak dikenal. Dia mengaku, salah satu nomornya hanya digunakan untuk paket data saja.

"Gatau dah siapa. Uniknya bisa tau dua nomer saya yang berbeda provider. Padahal yg 1 lagi hanya saya gunakan untuk paket data," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini