Buka STQH Nasional Ke-26, Menag : Semoga Dapat Membumikan Spirit Islam

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 16 Oktober 2021 23:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 337 2487428 buka-stqh-nasional-ke-26-menag-semoga-dapat-membumikan-spirit-islam-h4jwL5QWDu.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Dok Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuka Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional ke-26. Pembukaan dipusatkan di halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara (Malut), Sabtu (16/10/21) malam.

Pembukaan ditandai pemukulan tifa secara bersama oleh Menag Yaqut, Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Ketua LPTQ yang juga Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin.

Dalam sambutannya, Gus Yaqut sapaan akrabnya menyampaikan STQH merupakan sarana mewujudkan Islam yang ramah untuk semua umat manusia.

“STQH Nasional ke-26 merupakan upaya mengenalkan Islam moderat, mendekatkan Alquran kepada masyarakat, dan menggali makna holistik dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menuturkan perhelatan STQH yang diselenggarakan di Sofifi, Maluku Utara, memiliki makna yang sangat strategis. Selain syarat akan sejarah panjang yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal, Maluku Utara adalah wilayah kesultanan Islam yang memiliki peradaban tinggi dalam mengembangkan Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Saya berharap penyelenggaraan STQH Nasional di Maluku Utara ini dapat merawat dan membumikan spirit Islam rahmah dan damai melalui spirit membumikan Alquran yang terus dan berkelanjutan. Karena Alquran adalah pusat energi yang tidak hanya menggerakkan, tetapi juga merawat Islam terus berperan dalam mewarnai keragaman Nusantara,” terang Gus Yaqut.

Ia menginginkan STQH Nasional menjadi langkah untuk mengenalkan keberislaman yang moderat kepada generasi muda, dengan mendekatkan Alquran kepada masyarakat luas, dan menggali makna holistiknya untuk dijadikan spirit berbangsa dan bernegara.

Baca Juga : Menag Terbitkan Pedoman Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi, Berikut Paparannya

“Para insan yang terlibat dalam STQH adalah insan-insan dengan dedikasi terbaik bangsa. Spirit Alquran telah mendorong para insan Qurani untuk bahu membahu mendidik dan melahirkan generasi Islam yang moderat,” tegas Gus Yaqut.

Oleh karenanya, lanjut Gus Yaqut, tidak mengherankan jika di berbagai pelosok nusantara, tidak sulit untuk menjumpai qari/qariah, hafidz/hafidzah, hingga insan kaligrafi dan lain-lainnya.

Gus Yaqut menjelaskan Kementerian Agama secara periodik terus memfasilitasi pengembangan tilawatil Quran di Indonesia. Pembinaan, pengiriman delegasi ke luar negeri, hingga penguatan kelembagaan adalah isu aktual yang terus diperkuat dalam program-program Kementerian Agama.

“Dengan jumlah insan tilawatil Quran yang besar dan tersebar di seluruh pelosok negeri, mereka adalah mitra strategis Kementerian Agama dalam penguatan peran agama di tengah kancah pembangunan nasional,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini