Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Cabul 3 Anak Ditangani Polres Luwu Timur

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Oktober 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 337 2487288 penyelidikan-baru-kasus-dugaan-cabul-3-anak-ditangani-polres-luwu-timur-OYRVtRYy3P.jpg Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ramadhan (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Polri menyatakan bahwa proses penyelidikan baru terkait kasus dugaan pencabulan tiga anak ditangani oleh Polres Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyelidikan perkara tersebut juga di back up oleh Polda Sulsel.

“Iya ditangani Polres Luwu Timur dan diback up Polda Sulawesi Selatan,” kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Sabtu (15/10/2021).

Baca juga:  LPSK Tawarkan Solusi Untuk Kasus Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur

Saat ini, Polri membuat sendiri laporan polisi untuk penyelidikan kasus tersebut dengan model atau tipe A pada Selasa, 12 Oktober 2021.

“Ya kalau dibuat laporan polisi, itu berarti keseriusan Polri dalam menangani kasus ini,” ujar Ramadhan.

 Baca juga: Bareskrim Terima Laporan jika Alat Kelamin 3 Anak di Luwu Timur Alami Peradangan

Sebelumnya, tim penyidik sudah melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan dalam bentuk BAP kepada dokter IM, yaitu dokter yang memeriksa ketiga korban di RS Vale Sorowako.

Lalu, penyidik akan dalami hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu 25 Oktober sampai diperiksanya ketiga korban pada 31 Oktober 2019.

“Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9 Oktober 2019, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Pemeriksaan kedua 24 Oktober, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” ucap Ramadhan.

Namun, kata dia, pemeriksaan medis oleh ibu korban RS pada 31 Oktober 2019, itu menunjukkan ada kelainan oleh dokter IM. Tapi, hal itu tidak bisa disampaikan vulgar karena hasil visum tidak bisa dibuka.

“Penyidik akan mendalami peristiwa Tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober-31 Oktober 2019. Orang tua korban melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir tanggal 10 Desember 2019,” ujarnya.

Hingga saat ini, Ramadhan mengatakan tim maupun penyidik di Polda Sulawesi Selatan maupun Polres Luwu Timur masih bekerja melakukan penyelidikan. Untuk itu, ia meminta masyarakat percayakan kepada Polri penanganan kasus ini.

“Perbedaan itu, adanya visum dan pemeriksan medis secara mandiri dan dengan waktu yang berbeda. Sehingga, penyidik mendalami peristiwa dengan Tempus atau waktu mulai tanggal 25-31. Kita tunggu,” tutup Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini