Bareskrim Ungkap Kendala Mengungkap Pinjol Ilegal, Akun Ditutup hingga Pelaku Berpindah-pindah

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Oktober 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 337 2487240 bareskrim-ungkap-kendala-mengungkap-pinjol-ilegal-akun-ditutup-hingga-pelaku-berpindah-pindah-JZGzo5xYcl.jpeg Ilustrasi. (Foto: Beta News)

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menyatakan bahwa ada beberapa kendala mengungkap kasus kejahatan pinjaman online (pinjol). Kendala itulah yang membuat beberapa laporan polisi terkait hal tersebut sejak 2020 belum terungkap.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menjelaskan, penanganan kasus pinjol ilegal harus dilakukan secara hati-hati. 

Menurut Helmy, sistem kerja perusahaan secara digital dan fleksibel membuat penelusuran kepolisian menjadi terkendala. Belum lagi, seringkali pinjol yang sudah teridentifikasi dan didata oleh penyidik untuk diselidiki telah ditutup oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

"Sifatnya ini adalah IT, sifatnya adalah teknologi. Di mana akun-akun tadi sudah ditutup, maka ini perlu wktu untuk bisa kami coba explore satu per satu. Sehingga ini berpengaruh pada lambatnya pengungkapan. Tapi ini menjadi challange tersendiri bagi kami untuk tetap bekerja," kata Helmy kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). 

Polri menyatakan telah menerima 371 laporan polisi terkait kejahatan pinjol ilegal. Data itu akumulasi dari seluruh polda jajaran dan Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020-2021.

Baca juga: Tegas! Pemerintah Tutup 4.874 Pinjol Ilegal Pencekik Rakyat Kecil

Helmy menyebut, dari ratusan laporan tersebut, sebanyak 91 kasus sudah diungkap. Lalu delapan di antaranya telah masuk ke proses persidangan. Sisanya masih tahap penyelidikan. 

"Selebihnya masih dalam pengembangan penyelidikan," ujar Helmy. 

Lebih dalam, Helmy menyatakan, ada lebih dari 3 ribu akun pinjol ilegal yang telah ditutup oleh SWI. Selain itu, ia menyebutkan bahwa kendali operasi pinjol ilegal terkadang dapat dilakukan dari jauh. Sehingga, terkadang memerlukan waktu untuk dapat dijangkau oleh penyidik.

Pasalnya, selama proses penyelidikan seringkali juga para pelaku berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bisa menghilangkan jejak. 

"Sangat mudah bagi para pelaku untuk berpindah-pindah. Bahkan bisa di-remote dari tempat lain," ucap Helmy.

Helmy mengungkapkan bahwa penyidik juga memandang kasus pinjaman online sebagai suatu perkara utuh yang tak hanya berperkara dalam proses pinjam-meminjam antar individu dengan kelompok. 

Dia menjelaskan, dalam proses tersebut ada sejumlah pelanggaran-pelanggaran pidana lain yang dapat muncul sehingga memerlukan proses pendalaman yang rumit.

"Kami mem-framing pinjol secara utuh, mulai dari sms blasting sampai dengan collection. Tidak parsial melihat pinjam meminjamnya saja," tutur Helmy. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini