Ketum PBNU Said Aqil Sebut Manusia Berada di Dunia Tanpa Batas

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 15 Oktober 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 337 2486919 ketum-pbnu-said-aqil-sebut-manusia-berada-di-dunia-tanpa-batas-HVEtLRL1iu.jpg Ketum PBNU Said Aqil Siradj (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menyebut saat ini manusia tengah berada di dunia yang tanpa batas dengan derasnya arus informasi yang tidak mudah dibendung. Sehingga susah membedakan mana informasi benar dan mana yang salah.

Hal ini disampaikan saat sambutan pada Opening Mobile Digital Academy, Eco Creative Academy & Film Competition Launch, serta Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) & Studium Generale Universitas Islam Malang (UNISMA), Kamis 14 Oktober 2021 lalu.

"Demikian halnya saat ini kita sedang menghadapi serbuan narasi radikalisme, terorisme dan liberalisme, semakin massif dan intensif menanamkan pengaruhnya melalui pintu pop culture (kebudayaan pop), melalui film, musik, animasi, game dll. Serta tren pertemanan global, kerja sama lintas batas dan menjadi komunitas global yang saling mempengaruhi tak bisa dipungkiri," ujar Said demikian dikutip pada laman resmi NU Online, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: GP Ansor: Sistem Kaderisasi Matang di NU Harus Dijaga

Maka dari itu, ia meminta para Nahdliyin untuk segera melakukan rekayasa sosial dari kebudayaan, dengan strategi yang lebih komprehensif, agar kita mampu menjaga stabilitas sosial, menjaga identitas budaya dan karakter bangsa, agar tidak tereduksi. Kemudian, untuk warga Nahdliyin dan seluruh jejaring Nahdlatul Ulama di semua lapisan ia berpesan agar segera berbenah diri dan harus menjadi leader dalam tranformasi digital.

"Harus mampu menjadi ekosistem Nahdliyin yang kokoh, mandiri, berdaulat, berdaya saing dan berdaya tawar tinggi. Segera percepat taqwiyaul jam’iyah wal jamaah dan ukhuwah diniyah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniah ‘âlamiyah,"ucapnya.

Ia juga meminta para Nahdliyin segera mengambil peran-peran strategis dalam kehidupan sosial seperti pendidikan, ekonomi, budaya, politik, iptek dan keamanan. Lalu juga perlu memperkokoh kedaulatan syiar agama Islam di Indonesia dengan spirit Islam Nusantara yang ramah, damai dan toleran di kanal online maupun offline.

"Segera isi semua ruang kosong kehidupan, kerakyatan, kebangsaan dan kenegaraan dengan nilai-nilai, tradisi, spirit dan khazanah Nahdlatul Ulama," imbuhnya.

Baca Juga: Sejumlah Kiai Sepuh Dorong Said Aqil Kembali Maju Caketum PBNU

Bagi seluruh jejaring organisasi NU di semua tingkatan dan warga Nahdliyin, ia juga meminta agar dapat memperkuat pengolahan dan pemanfaatan potensi sumber daya hayati yang ada di sekitar sebagai sarana kebangkitan ekonomi, kesehatan dan industri kreatif untuk kemajuan kehidupan.

"Karena sungguh tidak ada yang sia-sia yang Allah SWT ciptakan di sekitar kita, pasti ada manfaatnya dan ada faedahnya," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini