Kisah Pangeran Diponegoro Semedi di Gua yang Jadi Istana Ratu Kidul

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486535 kisah-pangeran-diponegoro-semedi-di-gua-yang-jadi-istana-ratu-kidul-MPGuNqqHCO.jpg Pangeran Diponegoro (foto: ist)

PANGERAN DIPONEGORO berusaha menemui Ratu Kidul, dengan bersemedi di gua di selatan Yogyakarta. Hal ini dilakukannya seiring perjalanan spiritual ke selatan Yogyakarta, meninggalkan hiruk pikuk perkotaan.

Diponegoro muda konon menyamar menanggalkan pakaian kebesaran pangerannya, menjadi seseorang biasa layaknya santri biasa. Pertemuan Diponegoro ini dikisahkan dalam buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" tulisan Peter Carey.

Baca juga:  Perjalanan Spiritual Pangeran Diponegoro Berkelana ke Selatan Yogya

Konon Pangeran Diponegoro menyinggahi beberapa gua di pesisir selatan pantai Yogyakarta. Gua Siluman yang berada di dekat Kali Oyo, yang jadi tempat bersemayamnya roh halus Dewi Genowati. Kemudian Diponegoro juga menghabiskan waktu dua malam di Gua Surocolo, yang dikenal sebagai Gua Sigolgolo, di tepi kiri Kali Opak di Kecamatan Gamelan, Gunung Kidul.

Kedua ini sering dikaitkan dengan tradisi spiritual Jawa dan sering dikunjungi oleh para elite istana untuk bersemedi dan menyepi. Bahkan di gua pertama yang disebut bagian dari istana para lelembut, yang diperintah oleh Dewi Pantai Selatan, Ratu Kidul, melalui wakilnya Dewi Genowati.

Baca juga:  Kesukaan Pangeran Diponegoro, Hisap Cerutu hingga Minum Anggur Putih

Gua kedua Sigolgolo disebut di dalam serial lakon wayang Bima Rare, yang menampilkan kepahlawanan tokoh wayang Bima, khususnya lakon Bale Sigolgolo, yang ketika masih muda datang ke gua itu untuk bersemedi mencari air kehidupan dan melewati ujian api.

Diponegoro kemudian melintasi kaki Gunung Kidul dan pergi ke Gua Langse. Gua ini memiliki lokasi yang menjorok di atas lautan selatan Yogyakarta, yang bergemuruh itu. Lokasi gua ini seperti menggantung di atas laut, maka hanya dapat dicapai lewat jalan terjal setapak menuruni karang - karang kapur, dan melalui suatu jalan masuk yang nyaris sejajar dengan permukaan air laut.

Gua ini dan situs - situs ziarah di dekatnya, seperi di Parangtritis, Parangkusumo, dan Parangwedang, sebuah sumber air hangat. Konon di lokasi - lokasi ini pula adalah tempat yang penting dalam kultus lokal Ratu Kidul. Pada mitologi Jawa, Ratu Kidul adalah pelindung sekaligus 'istri' dari para raja keraton Jawa tengah bagian selatan, yang keindahannya pasang dan surut sesuai fase bulan.

Konon di kawasan - kawasan ziarah inilah tepatnya di Parangtritis Panembahan Senopati yang kala itu bersemedi di dalam gua, sempat bertemu dengan Ratu Kidul di istana bawah lautnya. Ketika ia kembali Senopati juga dikisahkan bertemu dengan Sunan Kalijogo yang juga menemui Pangeran Diponegoro.

Saat Diponegoro mengunjungi gua - gua dan tempat ziarah di tahun 1805, tempat ini sudah menjadi situs peziarahan yang penting. Sultan kedua Mataram membuat perjalanan rutin ke sana selama masa - masa awal pemerintahannya dan punya kebiasaan tinggal di Mancingan, selama beberapa hari. Pondok - pondok kecil terbuka dibangun di tepi laut di Parangkusumo, Parangwedang, dan Parangtritis, untuk tempat bersemedi dan melakukan upacara - upacara yang ditujukan bagi Dewi Pantai Laut Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini