Silahturahmi dengan PCNU Banyuwangi, Kapolri Ajak Perkuat Penanganan Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 14 Oktober 2021 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486507 silahturahmi-dengan-pcnu-banyuwangi-kapolri-ajak-perkuat-penanganan-covid-19-fCqWpZzdJs.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: dok Polri)

BANYUWANGI - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi dengan PCNU Banyuwangi, Kamis, 14 Oktober 2021. Dalam kegiatan ini, Sigit mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena mandapatkan sambutan yang hangat.

Dalam sambutannya, Sigit pun mengingat bagaimana perjalanan karir dirinya selama menjadi anggota Polri tak lepas dari keberadaan NU. Bahkan, dari dirinya masih menjabat Kapolres hingga saat ini menjadi Kapolri.

"Kami saling bersinergi dalam kegiatan-kegiatan yang memang diperlukan menjaga situasi kamtibmas agar kondusif," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga:  Evaluasi PPKM, Kapolri Minta Jajarannya Tetap Antisipasi Lonjakan Covid-19

Mantan Kapolda Banten ini pun mengakui bahwa dirinya sudah menjadi keluarga besar NU sejak dulu dan akan terus sampai kapan pun.

"Saya merasa sudah menjadi keluarga besar NU semenjak dari dulu dan ini akan terus sampai kapanpun," ujar Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini membahas bagaimana penanganan Covid-19 di Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah cukup baik. Dari laporan yang ia terima, angka vaksinasi di Banyuwangi sudah mencapai 60%.

Baca juga:  Tinjau Vaksinasi Covid-19, Kapolri Sekaligus Resmikan Gedung Baru Ponpes Assalam

Hal tersebut, kata Sigit, tak lepas dari peran serta Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat yang ada.

"Karena kalau ini tidak gayung bersambut susah mencapai 60 persen. Saya bersama Panglima setiap saat berusaha bagaimana serbuan vaksinasi bisa dilaksanakan. Ada juga beberapa wilayah yang sudah diserbu masih alot, masih 29 persen, 30 persen gitu aja terus. Jadi kalau Banyuwangi sudah 60 persen, saya berikan apresiasi," ucap Sigit.

Ia pun meminta capaian vaksinasi ini terus ditingkatkan agar laju pertumbuhan Covid-19 bisa ditekan. Saat ini, Kabupaten Banyuwangi sudah masuk PPKM level 1. Hal itu tentunya akan berimbas pada pelonggaran aktivitas masyarakat.

"PPKM level 2 atau 1 jauh lebih longgar sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti normal, tapi belum normal," kata Sigit.

Meskipun wilayah Banyuwangi sudah berada di PPKM level 1, Sigit mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia belum selesai. Secara nasional, angka vaksinasi harus mencapai 70% untuk tercapainya herd immunity.

Baca juga:  Tinjau Serbuan Vaksin Covid-19 di Kalbar, Kapolri Berpesan Tetap Disiplin Prokes

Untuk itu, ia tetap meminta kepada masyarakat khususnya di wilayah Banyuwangi agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) agar angka Covid-19 di Indonesia tak kembali meningkat.

"Ini tentunya PR kita bersama untuk betul-betul bisa menjaga. Kita ingat bulan Juli lalu kita pernah berada dimana angka harian Covid-19 sebanyak 56 ribu kasus. Itu adalah peristiwa yang pernah kita lalui dan ini tak boleh terjadi lagi. Kita tetap waspada, kita boleh gembira tapi tetap waspada. Dengan mengingat dulu pernah begitu, hari ini kita pertahankan agar tak terjadi lagi," papar Sigit.

Lebih lanjut, ia berharap angka vaksinasi di Banyuwangi meningkat 70% pada akhir Oktober. Ia pun yakin lantaran dari laporan PCNU meminta serbuan vaksinasi agar ditingkatkan.

"Jadi tak ada lagi masyarakat yang takut vaksin dan semua sudah menunggu vaksinasi. Tinggal Dinkes, vaksinator TNI Polri, relawan yang bergabung memperkuat dan meningkatkan laju suntikan sehingga laju pencapaian harian vaksinasi bisa sesuai target yang sudah ditentukan," tutur Sigit.

Sigit menyampaikan saat ini Indonesia menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara yang bisa menekan laju pertumbuhan Covid-19. Prestasi ini, lanjut Sigit bukanlah hal yang main-main. Sebab, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masih melakukan pembatasan dan lockdowm terbatas.

Apalagi, Sigit menyebut, Indonesia sudah bisa melaksanakan event Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tentunya hal ini dapat dilihat negara lain. Setelah ini, akan ada event internasional lainnya yang diselenggarakan Indonesia seperti konfrensi G20 di Bali dan penyelenggaraan World Superbike Championship (WSBK) di Mandalika, NTB.

"Artinya di sisi negara lain melakukan lockdown, Indonesia sudah berani event baik sifatnya nasional maupun internasional. Ini berhasil berkat sinergitas, kerja keras antara seluruh stakeholders, antara pemerintah dan masyarakat dan ini harus dipertahankan," ujar Sigit.

Ia pun mengakui, dengan mulainya ada penyelenggaraan event baik nasional maupun internasional, akan ada risiko transmisi penularan virus. Untuk itu, hal ini menjadi pekerjaan bersama agar angka Covid-19 di Indonesia tak kembali meningkat dengan tetap mematuhi prokes dan mempercepat vaksinasi.

"Kita berani melaksanakan event, masyarakat mulai berani melaksanakan kegiatan, Indonesia saat sudah dicabut travel warningnya kita bisa masuk ke beberapa negara termasuk dalam kegiatan baik umrah dan haji. Jadi ini memang menjadi PR kita ke depan bagaimana setelah kita buka ruang interaksi antar daerah, nasional, internasional kita bisa tetap menekan laju pertumbuhan Covid-19," tutup Sigit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini