Dittipideksus Polri Gerebek Jaringan Sindikat Pinjol di 7 Wilayah Ibu Kota

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486502 dittipideksus-polri-gerebek-jaringan-sindikat-pinjol-di-7-wilayah-ibu-kota-JSAhyP9yAj.jpeg Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helmi Santika (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan penggerebekan jaringan sindikat pinjaman online (Pinjol) di tujuh lokasi berbeda kawasan Ibu Kota. Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika membenarkan hal tersebut.

"Benar bahwa telah dilakukan kegiatan itu (penangkapan)," ujar Helmy saat dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).

Baca juga:  Korban Pinjol PT ITN : Pinjam Rp2,5 juta, Bayar Rp104 Juta

Helmy menambahkan, pihaknya sedang melakukan pengembangan dan pendalaman.

"Saat ini orang-orangnya dalam pengembangan dan pendalaman untuk ke jaringan lain atau sindikasi lain," ucapnya.

Baca juga: Usai Digerebek, Kantor Pinjol di Green Lake City Dipasang Garis Polisi

Kemudian, Helmy membeberkan dari 7 wilayah tersebut mengamankan kurang lebih 7 tersangka. Selain itu, beberapa barang bukti turut diamankan.

"7 wilayah di jakarta dengan tsk yang diamankan ada 7 orang. Dari tempat kejadian perkara 7 tersebut diamankan sejumlah modem, sejumah cpu, layar monitor, kemudian ratusan simcard, laptop, kemudian peralatan elektronik lainnya," ungkapnya.

"Diduga para pelaku Ini yang bertugas sebagai desk collection dan operator SMS blasting," imbuhnya.

Adapun ketujuh wilayah itu di antaranya dua di Cengkareng, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Apartemen Taman Anggrek, Laguna Pluit, dan Green Bay Pluit.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian, menindak tegas pinjaman online ( Pinjol ) ilegal yang telah merugikan masyarakat Tindak tegas tersebut kata Kapolri, merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan Pinjol.

"Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus," kata Sigit dalam pengarahan kepada Polda jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

"Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi Pre-emtif, Preventif maupun Represif," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini