Putra Sulung Mensos Risma: Memang Dasarnya Tukang Marah

Widya Michella, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486496 putra-sulung-mensos-risma-memang-dasarnya-tukang-marah-UdmmL2N7Sa.jpg Mensos RI, Risma (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Beredar video viral Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini berdebat dengan mahasiswa di Lombok Timur saat ia mendatangi salah satu tempat supplier program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako di Lombok Timur pada Rabu 13 Oktober 2021 lalu.

Fuad Benardi, putra sulung Risma mengaku sang ibu memang memiliki sifat yang sering marah-marah. Bahkan sifatnya tersebut juga dirasakan Fuad saat Ibunya berada di rumah.

"Memang dasarnya tukang marah ya seperti itu. Di rumah juga seperti itu,ndak usah kaget," tulis Fuad dalam akun Instagramnya @fuadbenardi, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Mensos Risma : Jika Tak Mampu, Saya Akan Mundur

Pada video itu, memperlihatkan suasana sengit Mensos Risma yang adu mulut dengan dua warga dan sontak membuat keributan di daerah itu.

"Kami mempertanyakan kedatangan ini. Ini tempat supplier disini, kami mempertanyakan kenapa ibu datang disini. Ini tempat salah satu oknum supplier disini, ada apa disini, itu yang perlu kami tanyakan," ujar salah satu pria yang membalas ucapan Mensos dengan nada tinggi.

Baca juga:  Mensos Risma ke Pendamping PKH: Ini Tugas Berat, Kalau Tak Profesional Diazab Allah

Dalam video itu, juga memperlihatkan beberapa pihak berusaha merelai antara keduanya. Namun, pria tersebut tetap berteriak meminta penjelasan kedatangan Risma disana.

"Sebentar, kamu jangan fitnah aku ya,"ucap Risma.

"Bukan fitnah, tidak fitnah,"timpalnya

"Tenang! Dengerin! Kamu boleh ngomong, saya juga berhak ngomong,"balas Risma.

Ia kemudian turut menyampaikan penjelasan kepada pria itu bahwa ia ke NTB dengan maksud niat baik.

"Saya tau, kalau ga saya niat baik, ngapin saya kesini itu yang pertama. Yang kedua, saya ini tidak tahu ini supplier atau tidak, saya menteri tidak ngurus ini. Yang ketiga kalau anda mau memperjuangkan silahkan data tak terima,"jelasnya.

"Siap,"ucap pria itu.

"Sekarang saya tunggu (datanya),"imbuh Risma yang terlihat menunjuk pria itu.

Setelah itu, Risma pergi meninggalkan tempat tersebut bersama jajarannya. Sementara, sang pria masih saja berteriak masih dengan nada tingginya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini