Brigadir NP Banting Mahasiswa, Mabes Polri: Tidak Sesuai SOP Tangani Unjuk Rasa

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486409 brigadir-np-banting-mahasiswa-mabes-polri-tidak-sesuai-sop-tangani-unjuk-rasa-wv6etWEyLa.jpg Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Viral di media sosial oknum polisi Brigadir NP membanting seorang mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten pada Rabu 13 Oktober 2021. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, tindakan yang dilakukan Brigadir NP tidak sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) dalam penanganan aksi unjuk rasa. Atas perbuatannya oknum polisi akan dikenakan sanksi tegas sesuai undang-undang.

"Hal ini bentuk ketegasan Kapolda Banten dalam menyikapi perilaku anggota yang menjalankan tugas tidak sesuai SOP yang berlaku di lingkungan Polri. Tidak sesuai dengan SOP bagaimana penanganan aksi unjuk rasa," kata Ramadhan kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (14/10/2021).

"Tentu atas perbuatannya, kapolda akan memberikan sanksi sesuai UU," imbuhnya.

Baca Juga:  Komnas HAM Sebut Oknum Polisi Banting Mahasiswa Berpotensi Langgar HAM

Kemudian, Ramadhan menyebut bahwa kasus tersebut telah diambil alih Propam Polda Banten. "Atas perintah Kapolda, yang bersangkutan atas nama Brigadir NP kasus diambil alih oleh Propam Polda Banten," ujarnya.

Ramadhan membeberkan, Kapolda Banten telah memperintahkan Kabiddokkes untuk melakukan check up korban MFA. Selanjutnya, korban MFA akan dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kemudian, terhadap korban mahasiswa atas nama MFA, Kapolda telah memerintahkan Kabiddokkes Polda Banten untuk kembali melakukan checkup kesehatan tadi pagi. Tentu ini untuk memastikan kondisi kesehatan mahasiswa tersebut. Nanti jika sudah sehat, rekan MFA akan diminta keterangan sebagai saksi korban dalam penanganan pelanggaran yang dilakukan anggota tersebut," ujarnya.

Baca Juga:  Oknum Polisi Banting Mahasiswa, Kompolnas: Tak Boleh Ada Kekerasan Berlebihan

Lebih lanjut, Ramadhan menekankan agar masyarakat percaya terhadap penanganan yang sedang dilakukan.

"Polri meminta masyarakat untuk percaya penanganan perkara ini. Tentu kami akan melakukan proses ini sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Polda banten meyakinkan bahwa penanganan terhadap anggota yang tidak menjalankan tugas sesuai prosedur akan ditindak dengan tegas," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini