Brigadir NP Banting Mahasiswa, Polri: Kasusnya Diambil Alih Propam Polda Banten

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486399 brigadir-np-banting-mahasiswa-polri-kasusnya-diambil-alih-propam-polda-banten-RAADHiYL7t.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto : MNC Portal Indonesia/Refi Sandi)

JAKARTA - Seorang polisi yakni Brigadir NP membanting mahasiswa yakni MFA yang berdemo di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021). Saat ini aksi kekerasan Brigadir NP itu telah diambil alih Propam Polda Banten.

"Atas perintah Kapolda, yang bersangkutan atas nama Brigadir NP kasus diambil alih oleh Propam Polda Banten," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (14/10/2021).

Ramadhan mengatakan tindakan yang dilakukan Brigadir NP tidak sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) dalam penanganan aksi unjuk rasa. Atas perbuatannya oknum polisi akan dikenakan sanksi tegas sesuai undang-undang.

"Hal ini bentuk ketegasan Kapolda Banten dalam menyikapi perilaku anggota yang menjalankan tugas tidak sesuai SOP yang berlaku di lingkungan Polri. Tidak sesuai dengan SOP bagaimana penanganan aksi unjuk rasa," tuturnya.

"Tentu atas perbuatannya, kapolda akan memberikan sanksi sesuai UU," ucapnya.

Selain itu, Ramadhan membeberkan bahwa Kapolda Banten telah memperintahkan Kabiddokkes untuk melakukan check up korban MFA. Selanjutnya, korban MFA akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca Juga : Sanksi untuk Polisi yang Banting Mahasiswa Tunggu Hasil Pemeriksaan Propam

"Kemudian terhadap korban mahasiswa atas nama MFA, Kapolda telah memerintahkan Kabiddokkes Polda Banten untuk kembali melakukan checkup kesehatan tadi pagi. Tentu ini untuk memastikan kondisi kesehatan mahasiswa tersebut. Nanti jika sudah sehat, rekan MFA akan diminta keterangan sebagai saksi korban dalam penanganan pelanggaran yang dilakukan anggota tersebut," ujarnya.

Ramadhan meminta masyarakat percaya terhadap penanganan yang sedang dilakukan.

"Polri meminta masyarakat untuk percaya penanganan perkara ini. Tentu kami akan melakukan proses ini sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Polda banten meyakinkan bahwa penanganan terhadap anggota yang tidak menjalankan tugas sesuai prosedur akan ditindak dengan tegas," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini