3 Kapolsek Percut Dicopot, Gegara Pemukulan hingga Kerumunan

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Kamis 14 Oktober 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486389 3-kapolsek-percut-dicopot-gegara-pemukulan-hingga-kerumunan-PUNBiHn1Wc.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Sudah ada tiga Kapolsek Percut Sei Tuan Medan yang dicopot karena bermasalah. Yang terbaru adalah AKP Janpiter Napitapulu, yang dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan sejumlah preman terhadap seorang pedagang di Pasar Gambir, Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Sebelum Janpiter, ada dua Kapolsek Percut Sei Tuan yang juga dicopot dari jabatannya akibat bermasalah. Yakni, Komisaris Polisi Otniel Siahaan dan AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Berikut Alasan 3 Kapolsek Percut Sei Tuan Medan Dicopot:

1. Komisaris Polisi Otniel Siahaan

Kompol Otniel Siahaan merupakan mantan Kapolsek Percut Sei Tuan. Otniel Siahaan dicopot karena dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan pemukulan kepada saksi kasus pembunuhan di tahanan Polsek bernama Sarpan.

Baca Juga: Pedagang Jadi Tersangka saat Membela Diri, Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot 

Kasus ini bermula dari sebuah postingan di media sosial yang menampilkan seorang saksi kasus pembunuhan dipukul di tahanan Polsek Percut Sei Tuan, yang kemudian menjadi viral. Selanjutnya, Sarpan membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTP/1643/VII/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan yang juga ditampilkan dalam postingan viral tersebut.

Polda Sumut mengambil tindakan atas kasus yang terjadi dengan memeriksa sejumlah personel di Polsek Percut Sei Tuan. Selain melakukan pemeriksaan, Kapolda Sumut juga mencopot Otniel Siahaan dari jabatannya sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan.

2. AKP Ricky Pripurna Atmaja

AKP Ricky Pripurna Atmaja ditunjuk menjadi Kapolsek Percut Sei Tuan setelah Kompol Otniel dicopot. Namun, Jabatan Ricky tidak bertahan lama. Rizky dicopot karena kasus futsal yang mengakibatkan kerumunan saat pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan.

Baca Juga:  Istri Bantah Suaminya Preman di Video yang Viral, Minta Tolong Presiden Jokowi

Kasus ini juga bermula dari video viral ramainya pertandingan futsal di GOR Pancing yang terletak di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan. Dari video viral tersebut, memperlihatkan spanduk bertuliskan `Fun Futsal Cup 2021`. Video viral yang berjudul `Live Final Fun Futsal Cup: Polsek Medan Kota Vs Al-Washliyah` banyak menuai komentar negatif.

Seorang komentator yang terlihat dalam video itu menyebut pertandingan ini merupakan pertandingan final antara tim dari Polsek Medan Kota dan Alwashliyah Tanjungbalai. Namun tidak dijelaskan secara detail mengenai apakah pemain pertandingan tersebut merupakan personel polisi. 

Akibat dari kasus ini, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak bertanggung jawab atas pelanggaran protokol kesehatan di wilayah kerjanya. Pencopotan juga dilakukan kepada Kanit Reskrim Polsek Medan Kota saat itu, Iptu Ainul, karena ikut bermain dalam pertandingan futsal tersebut.

3. AKP Janpiter Napitupulu

Setelah AKP Ricky Pripurna Atmaja dicopot, AKP Janpiter Napitupulu diangkat menjadi Kapolsek Percut Sei Tuan. Sama dengan Kapolsek sebelumnya, Janpiter juga akhirnya dicopot dari Jabatannya. Dia dicopot lantaran kasus pedagang yang diduga dipukul preman malah menjadi tersangka. Kasus ini pun berawal dari video viral yang memperlihatkan seorang pedagang wanita dipukul oleh seorang pria diduga preman di Pasar Gambir, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Belakangan, wanita itu diketahui berinisial LG dan pria terduga pelaku penganiayaan tersebut berinisial BS. Polisi yang menyelidiki kasus ini menangkap pria berinisial BS itu. Namun, pihak BS juga membuat laporan terhadap LG. Kemudian Polisi juga menetapkan LG sebagai tersangka dalam peristiwa ini.

Penetapan tersangka kepada pedagang wanita berinisial LG itu pun membuat kecaman dari warganet. Setelah itu, kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut. Selain mengambil alih, Polda Sumut juga melakukan audit terhadap Polsek Percut Sei Tuan.

Hasil dari audit tersebut, Mabes Polri mengumumkan pencopotan Kanitres Intel Polsek Percut Sei Tuan. Pencopotan ini karena penyidikan status tersangka pada pedagang ini tidak tepat.

"Setelah dilakukan audit penyidikan, berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional, yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Sehingga, per 12 Oktober 2021 Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dicopot. Dicopot jabatannya oleh Kapolrestabes Medan," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Rabu 13 Oktober 2021.

Selain Kanit Resintel, jabatan AKP Janpiter sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan juga dicopot. Pencopotan ini dilakukan sebagai bentuk langkah tegas yang dilakukan oleh Kapolda Sumut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini