Komnas HAM Sebut Oknum Polisi Banting Mahasiswa Berpotensi Langgar HAM

Riezky Maulana, iNews · Kamis 14 Oktober 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 337 2486173 komnas-ham-sebut-oknum-polisi-banting-mahasiswa-berpotensi-langgar-ham-dTvYoO3Cgb.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut tindakan polisi membanting seorang mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang tak sesuai prinsip hak asasi manusia.

Menurut dia, insiden itu berpotensi melanggar HAM.

Anam mengatakan, selain dua hal di atas tentunya secara mendasar, tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut berpotensi melanggar protap internal polisi.

"Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan tentu aja ini potensial melanggar HAM. Dan juga kami yakin potensial melanggar protap internal kepolisian," tutur Anam dalam keterangan video, Kamis (14/10/2021).

Oleh karenanya, sambung Anam, kejadian tersebut harus diupayakan agar tidak berulang kembali dimana pun dan untuk siapapun di seluruh Indonesia. Menurut Anam, Komnas HAM mengecam tindakan represif kepolisian tersebut.

Baca juga: Sanksi untuk Polisi yang Banting Mahasiswa Tunggu Hasil Pemeriksaan Propam

"Kami ingatkan bahwa pak Kapolri itu juga mengatakan pendekatannya harus humanis. Kami ingatkan kembali pendekatannya harus humanis, tisak boleh represif maupun kekerasan," ungkapnya.

Lebih jauh dipaparkan Anam, Komnas HAM saat ini telah melakukan pemantauan awal pascainsiden itu. Salah satunya dengan berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang.

Baca juga: Kapolres Tangerang Ungkap Rontgen Mahasiswa Korban 'Smackdown', Hasilnya Mengejutkan!

Dari komunikasi itu, kata Anam, Kapolres Tangerang menyebut bahwa oknum polisi ysng melakukan aksi ala smackdown itu telah diperiksa oleh tim Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Banten. Anam berharap, kepolisian mampu bekerja secara transparan, akuntabel, dan profesional.

"Pentingnya bekerja dengan prinsip itu agar memastikan bahwa peristiwa-peristiwa di kelak kemudian hari tidak berulang kembali dna menjadi satu efek jera. Ketika ini memang ada kekerasan, ada pelanggaran kepada siapapun anggota kepolisian untuk tidak melakukan hal serupa," paparnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan Propam Mabes Polri langsung memeriksa anggota polisi tersebut. "Propam Mabes Polri turun ke Polda Banten. Anggota sedang diperiksa," ujar Argo, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: Meski Sudah Damai, Polisi yang Banting Mahasiswa di Tangerang Tetap Ditindak

Dalam video unjuk rasa peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang tampak mahasiswa sedang ditangkap petugas. Mahasiswa lari kocar-kacir dan tidak melakukan perlawanan.

Seorang mahasiswa ditangkap petugas berpakaian hitam, tanpa diduga petugas itu membanting mahasiswa ke lantai. Punggung mahasiswa itu pun tertumbuk.

Baca juga: Oknum Polisi Banting Mahasiswa, Kompolnas: Tak Boleh Ada Kekerasan Berlebihan

Setelah dibanting, mahasiswa itu tampak tidak sadarkan diri. Tidak berselang lama, petugas lain menginjak mahasiswa tersebut hingga kejang-kejang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini