4 Cerita Pelanggan Tak Mampu Bayar PSK, Berakhir dengan Hukuman Penjara

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 14 Oktober 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485873 4-cerita-pelanggan-tak-mampu-bayar-psk-berakhir-dengan-hukuman-penjara-kxHRG7Uw9n.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Berikut adalah beberapa kasus yang terjadi akibat pelanggan mangkir dari janjinya membayar PSK yang dikencaninya.

1. Oktober 2021

Laki-laki berinisial AR (23) menjadi tersangka karena membuat laporan palsu yang dibuatnya Rabu (6/10/2021) lalu untuk pihak kepolisian. Dalam laporannya, Ia mengaku menjadi korban begal yang dilakukan di Kanal Banjir Timur (KBT), Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kenyataannya, sepeda motor dan ponselnya diambil oleh beberapa Pekerja Seks Komersial (PSK). Sebab, AR tidak mampu membayar biaya sebesar Rp500 ribu yang telah disepakati sebelumnya.

BACA JUGA: Pesan Jasa PSK Tak Sesuai Tarif, Pria Ini Bonyok Dikeroyok

Akibat perbuatannya membuat laporan palsu, AR justru diganjar pidana paling lama satu tahun empat bulan karena melanggar Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu.

2. Juni 2021

MB (24 tahun) memperkosa seorang wanita paruh baya berumur 60 tahun lantaran tidak mampu membayar jasa Pekerja Seks Komersial (PSK). Kejadian ini terjadi di Tegal Kunir Kidul, Mauk Kabupaten Tangerang, Kamis (17/6/2021) dini hari.

BACA JUGA: Motor Disita karena Tak Bayar PSK, Lapor Polisi Ngakunya Dibegal

Menurut sumber, pelaku memerkosa wanita paruh baya tersebut karena nafsu birahinya yang memuncak. Pelaku yang merupakan tetangga korban dipergoki oleh anak korban ketika keluar dari rumahnya. Karena curiga, anak korban memeriksa rumah dan mendapati korban yang tidak menggunakan celana. Ia langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku. Pelaku kemudian diganjar Pasal 285 dan/atau 286 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

3. April 2021

Seorang sekuriti berinisial DC menusuk Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial M karena tidak mampu membayar tarif yang sebelumnya telah disepakati. Pelaku memesan layanan korban lewat aplikasi chatting pada Rabu (14/4/2021) dan menyepakati tarif Rp300 ribu untuk layanan yang diberikan. Namun, korban hanya membayarkan uang sebesar Rp150 ribu dengan alasan tidak punya uang.

Karena hal ini, pelaku dan korban sempat ribut sesaat sebelum penusukan terjadi. Akibatnya, korban menerima 14 tusukan senjata tajam di dada dan perut. Korban segera dilarikan ke RSUD Tangerang untuk menjalani perawatan. Karena hal ini, pelaku diganjar Pasal 338 Juncto Pasal 35, Pasal 365 Ayat 1, dan Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

4. Agustus 2020

Pihak kepolisian Kalimantan Barat mengamankan pelaku yang diduga membunuh seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupatem Melawi. Pelaku yang berinisial N (19) diamankan pada Rabu (26/8/2020). Hasil interogasi yang dilakukan menyebutkan bahwa sebelum pelaku melakukan tindak pembunuhan tersebut, Ia hanya mengancam korban agar dapat berhubungan secara gratis.

Tarif yang ditawarkan sebesar Rp70 ribu, tetapi pelaku tidak bisa membayar sehingga mengancam korban. Korban kemudian marah dan berakhir ditikam oleh N. Pelaku diganjar dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara akibat perbuatannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini