Dukung Kapolri, LaNyalla: Pinjol Ilegal Sangat Merugikan Masyarakat!

Tim Okezone, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485737 dukung-kapolri-lanyalla-pinjol-ilegal-sangat-merugikan-masyarakat-X4LKFLHJit.jpg Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (Foto: Dok DPD RI)

SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas lembaga pinjaman online (pinjol) ilegal. Lembaga pinjol ilegal secara nyata merugikan masyarakat.

"Saya mendukung penuh Polri untuk secepatnya menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal yang sangat merugikan masyarakat," kata LaNyalla, Rabu di sela-sela reses di Jawa Timur, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga:  LaNyalla Minta Pemuda Pancasila Menahan Diri dan Tak Terlibat Gesekan dengan Ormas Lain

Senator asal Jawa Timur itu menilai, pinjaman online ilegal saat ini nyaris tak terkendali. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan lembaga. Mereka tak kenal lelah menyasar masyarakat, baik melalui SMS maupun telepon.

"Korban pinjaman online ilegal ini sudah sangat banyak dan bahkan mereka mengalami tindak kekerasan. Awalnya mereka menawarkan pinjaman mudah tanpa agunan dengan durasi pengembalian yang cepat. Setelah itu, lalu menteror jika nasabah lambat atau tidak mampu membayar," tutur LaNyalla.

Dari informasi yang diterimanya, selain meneror mereka juga melakukan ancaman disertai kekerasan yang telah banyak menjadi korban. "Tentu hal ini sangat meresahkan dan harus segera ditindak tegas," kata LaNyalla.

Ia pun meminta masyarakat korban pinjaman online untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Pada saat yang sama, LaNyalla meminta polisi responsif dan bertindak cepat meneruskan laporan masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal tersebut.

Baca Juga: Banyak Merugikan Masyarakat, Kapolri Minta Pelaku Pinjol Ilegal Ditindak Tegas

Dari data yang dihimpunnya, hingga Oktober 2021, Polri mencatat 370 laporan terkait kejahatan pinjol Ilegal. "Saya melihat ini adalah fenomena gunung es. Jumlah kasus yang sebenarnya bisa jadi sangat banyak, namun masyarakat korban pinjaman online ilegal memilih untuk tidak melapor karena dirasa setelah melapor tidak ada jalan keluar yang dapat ditempuh atas permasalahan yang mereka alami," kata LaNyalla.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending atau biasa dikenal pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat. Tindak tegas itu, kata Sigit, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini